Jelas tidak etis. Apalagi belum masa kampanye.
Namun demikian, satu hal yang menggelitik hati nurani saya adalah mengapa
setiap partai sudah menonjolkan ketua-nya sebagai calon Presiden??????
Memangnya tidak ada program kerja yang lebih penting dari pada calon Presiden?
Kok belum apa-apa sudah ngomong calon Presiden dan tidak pernah bicara soal
program kerja dan apa yang akan dicapai apabila partainya mendapat suara
terbanyak?

Itu pun saya masih meragukan apakah program yang dikampanyekan itu akan
benar-benar dilaksanakan atau tidak.


Martin Manurung wrote:

> Rekan-rekan milis Kuli Tinta,
>
> Sebagai orang yang awam ttg etika pers, saya mau tanya ke rekan-rekan semua
> terutama para insan pers;
>
> Etiskah bila suatu tabloid mempromosikan --bukan hanya sekali, tetapi
> berkali-kali-- seorang tokoh yang masuk ke dalam redaksinya sendiri sebagai
> "calon presiden"?
>
> Terimakasih atas jawabannya..
>
> ------------------------Martin Manurung----------------------------
> [EMAIL PROTECTED]
> [EMAIL PROTECTED]
> [EMAIL PROTECTED]
> [EMAIL PROTECTED]
> Homepage: http://www.cabi.net.id/users/martin
> ____________________________________________
> "Love your enemies, do good to those who hate you"
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke