Saya rasa PAN dan PKB jelas tidak akan mencalonkan Habibie. Padahal
kedua partai itu paling potensial untuk menggiring suara umat Islam.
Publikasi Amin Rais, Matori, dan Gus Dur melalui media cetak dan
elektronik jelas lebih mendominasi dibanding figur-figur dari partai
yang bernafas Islam diluar PAN dan PKB. Jangan lupa, Yusril dan Sri
Bintang yang juga menjadi public figure sangat kecil kemungkinannya
akan memilih Habibie padahal mereka juga mungkin menggerogoti calon
pemilih umat islam.
Mengenai netter yang beragama Kristen, benarkah mereka terprovokasi
dan tertarik untuk menanggapi. Jangan-jangan yang saling menghujat dan
menyerang dan terprovokasi justru team sukses itu. Di Paroki Net saja,
pancingan semacam itu tidak ditanggapi dan new comers itu
diperingatkan. Agama bukan merupakan atribut yang bisa dipermainkan
apalagi sebagai kendaraan politik. Agama adalah tuntunan untuk membuat
hidup dan peradaban manusia menjadi lebih baik dan bukan sebaliknya.
Kecuali kalau ada kelompok yang memang ingin menggunakan agama sebagai
kendaraan politik seperti di jaman Orba dulu.
Di jaman Orla pada akhir pemerintahan Soekarno (21 tahun) ada 1 kasus
kerusuhan yanhg berlatar belakang agama. Pada jaman Orba (32 tahun)
ada lebih dari 700 kasus kerusuhan yang berlatar belakang agama
dimana jumlahnya semakin meningkat menjelang kejatuhan pemerintahan
Soeharto. Nah, setahun pemerintahan Habibie ini sudah berapa banyak
rakyat yang terbunuh dan menderita karena pertikaian yang berlatar
belakang agama?
Teriring doa bagi mereka
yang telah meninggal dan menderita
karena pertikaian berlatar belakang agama
yang sebenarnya tidak mereka kehendaki dan rencanakan.
-----Original Message-----
From: Freemail <[EMAIL PROTECTED]>
Rekayasa Polemik Agama di Internet
Date: Sat, 15 May 1999 18:33:54 -0700
Akhir-akhir ini di Internet, terutama di Mailing List yang beraliran
Pro
Reformasi banyak bermunculan netter-netter muka baru (new comer) yang
memunculkan polemik antar agama terutama Islam dan Kristen.
Modus operandinya satu dan lain mempunyai kemiripan. Mulanya
netter-netter yang mengaku Muslim mem-provokasi keadaan dengan mencela
dan menyalahkan ajaran agama Kristen dengan menyebut ajaran Kristen
sebagai "Aspal" atau Asli tetapi palsu. Tentu saja provokasi ini
dibantah habis-habisan oleh netter-netter yang mengaku beragama
Kristen.
Pada tingkatan selanjutnya terjadi saling hujat dan saling memaki
antara
netter Islam dan Kristen di Mailing List.
Gejala apa ini ?? Seorang teman saya yang bekerja di badan intelejen
pemerintah dan tidak bersedia disebut namanya mengungkapkan bahwa
"Team
Sukses Habibie" telah merekrut dan menggaji sejumlah netter-netter
agar
mem-provokasi keadaan dengan cara memunculkan polemik Islam dan
Kristen
di Internet dengan tujuan ganda. Tujuan pertama adalah untuk
menggiring
calon-calon pemilih dari umat Islam untuk mencoblos partai-partai
berazaskan Islam pada Pemilu 7 Juni 1999, karena partai-partai Islam
tersebut telah komitment untuk memilih Habibie sebagai Presiden.
Tujuan kedua adalah untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari
sisi-sisi negatif ataupun kelemahan kinerja pemerintahan Habibie yang
merupakan kepanjanjangan tangan pemerintahan Orde Baru.
Oleh karena itu saya sarankan kepada netter-netter beragama Kristen
untuk tidak melayani dan tidak menanggapi provokasi polemik antar
agama
tersebut, karena itu adalah pekerjaan sia-sia dan menyebabkan kita
jadi
orang dungu yang gampang di rekayasa. WASPADALAH TERHADAP BAHAYA LATEN
ORDE BARU.
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!