-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tuesday, May 18, 1999 9:01
Subject: Re: [Kuli Tinta] Re: [freemail] Rekayasa Polemik Agama di Internet


>Saya sudah lama membaca tulisan-tulisan senada di banyak millis di
>internet, bahkan ada pada salah satu millis yang tulisannya tidak enak
>sekali dibacanya, hanya karena mendebatkan ajaran satu agama dengan agama
>yang lain. Saya benar-benar Muak !!! Apa sih sebenarnya keuntungannya ? Apa
>dengan dengan debat-debat semacam itu bisa menambah tebal iman kepercayaan
>kalian ? kalau memang bisa, saya sangat bersyukur sekali, tapi jika tidak..
>percuma saja kalian membuang uang beratus-ratus ribu hingga berjuta rupiah
>hanya untuk mendebatkan sesuatu hal yang jelas-jelas tidak akan pernah
>berakhir sampai kapanpun.. sebab kalau menurut saya, agama itu bukan
>sesuatu yang untuk diperdebatkan, agama itu merupakan bahasa kesimpulan
>dari kehidupan manusia, jadi tidak mungkin dapat diperdebatkan (yang saya
>maksud ajarannya, bukan manusianya). Jadi hemat saya, untuk apa lagi kita
>berdiskusi dengan topik agama, kalau nantinya malah menambah perpecahan
>diantara kita semua, sudah cukup di dunia nyata saja kita dihadapkan dengan
>bahaya perpecahan, jangan sampai di Cyberspace juga mengalami hal yang
>demikian, apa kita tidak malu dengan netter dari bangsa lain yang
>kemungkinan subscribe dan mengerti dengan bahasa kita ???
>
>Peace......
>
>Dave


Maaf ikut nimbrung..
Sebetulnya membicarakan agama antar agama itu sah-sah saja, bilamana
masing-masing pihak memang menghendakinya dan siap. Namun bila masih ada
pihak yang belum siap, ada baiknya dipikirkan ulang, sebelum kita
mengungkapkan ke media/forum yang luas.
Karena kalau tidak siap, betul.. tidak akan ada ujungnya.

Sebenarnya adalah hal yang baik bila antara umat beragama mendiskusikan
tentang agama-agama yang dianut oleh masing-masing. Namun dengan tujuan agar
agama yang satu mengerti tentang agama yang lain, bukan untuk mengklaim
agama mana yang paling baik. Karena dengan begitu justru akan menimbulkan
perpecahan.
Untuk itu menuntut kedewasaan masing-masing pihak yang akan mendiskusikan
dengan wawasan yang luas.

Indonesia terdiri dari berbagai macam suku dan agama. Mengapa kita tidak
coba mengerti suku dan agama yang lain? Dengan mengerti suku & agama yang
lain, justru dapat menghindari perpecahan, saling curiga dan sebagainya.
Kita bisa lihat, kenapa masyarakat Indonesia paling mudah dikompori dengan
isu agama? Karena masih banyak masyarakat kita yang tidak mengerti ajaran
agama sendiri, ajaran agama orang lain, dan masih saling curiga satu sama
lain. Dan masih banyak yang menganggap bahwa agama yang lain merupakan
ancaman dsb. Satu hal lagi, masih banyak masyarakat kita yang belum bisa
membaca situasi dari kacamata atau sudut pandang yang lain, hingga
seringkali pandangannya sempit, hanya dari satu sudut pandang saja.
Bayangkan bila kita mengerti yang lain dari kita, maka kehidupan akan lebih
tentram dan damai tentunya.

Soal urusan ajaran yang lain sesuai atau tidak dengan diri kita pribadi, itu
tidak perlu dipersoalkan. Betul atau tidaknya suatu ajaran agama tidak ada
yang tahu pasti. Hanya Tuhan yang tahu.
Yang penting kita yakini apa yang kita percaya, jalankan yang diwajibkan
tinggalkan yang dilarang. Tidak ada agama yang mengajarkan untuk berbuat
yang buruk.

Jadi, tidak ada salahnya membicarakan soal agama, atau bahkan SARA
sekalipun. Asalkan syaratnya, yang membicarakan harus sudah matang cara
berpikir, punya wawasan luas, dan menghargai pendapat orang. Bila syarat
belum bisa dipenuhi, sebaiknya ditunda saja, karena malah dapat merusak
suasana.

Itu saja dari saya.

peace,
DEZIG!


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!



Kirim email ke