>-----Original Message-----
>From: Freemail <[EMAIL PROTECTED]>
>Rekayasa Polemik Agama di Internet

....dihapus.....
>Oleh karena itu saya sarankan kepada netter-netter beragama Kristen
>untuk tidak melayani dan tidak menanggapi provokasi polemik antar
>agama
>tersebut, karena itu adalah pekerjaan sia-sia dan menyebabkan kita
>jadi
>orang dungu yang gampang di rekayasa. WASPADALAH TERHADAP BAHAYA LATEN
>ORDE BARU.

Saya tanggapi saja yang Kristen krn hanya itu yang dalam pengetahuan saya. 
Kesulitannya sehubungan dengan himbauan anda adalah Kristen juga memiliki 
masalah dengan sayap fundamentalis-nya. Kristen tidak satu. Ada sayap yang 
sangat radikal dan fundamentalis yang tidak akan menuruti nasihat anda 
begitu saja. Mereka itu bahkan menganggap KAMI yang diam, tenang, dan tidak 
ikut-ikutan balas menghujat dalam perdebatan semacam itu sebagai tidak 
setia, tidak beriman dan segala macam sebutan lain yang pada intinya 
menggarisbawahi bahwa merekalah Kristen yang paling benar dari orang Kristen 
lainnya, suatu gejala yang saya kira juga muncul di agama-agama lain.

Sulitnya lagi, faktor kekayaan menyebabkan mereka tidak memiliki 
spritualitas kemiskinan dan pemahaman yang komprehensif tentang apa makna 
horisontal agama kepada sesama.

Banyak dari yang memiliki akses ke Internet adakah kaum Kristen 
fundamentalis. Mereka juga punya website sendiri di net, yang even oleh saya 
terasa sangat merisaukan. Beginikah hasil pendidikan di sekolah dan 
pendidikan agama?

Karena itu saya mendukung semua upaya desakralisasi ajaran agama, 
demitologisasi ajaran agama, agar umat menemukan nilai-nilai universal yang 
humanis (tanpa terjebak menjadi sekuler) bahwa agama tidaklah berarti tanpa 
memiliki fungsi horisontalnya. Kalau agama X yang paling benar, atau Y yang 
paling benar, mengapa kemiskinan, laknat dan kemarahan masih terjadi juga.

Bukankah atas nama agama, Kristen dan Islam saling membunuh di Ambon? Begitu 
pula yang terjadi di Irlandia Utara. SATU-SATUNYA YANG MANUSIA PELAJARI DARI 
SEJARAH ADALAH BAHWA IA TIDAK PERNAH BELAJAR DARI SEJARAH.....


Salam, MGH

****************
Take a look on my news website http://www.mandiri.com
compare it to our competitor http://www.detik.com
and send your comments to [EMAIL PROTECTED]



______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke