Kwik Kwan Gie yang mewakili PDI Perjuangan dalam acara Kampanye Dialogis di
RCTI, Rabu tanggal 2 Juni kemarin, sungguh-sungguh menunjukkan bobotnya
sebagai seorang politikus ulung. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan
kepadanya dapat ditangkis dengan sungguh akurat dan seolah-olah
"membungkamkan" para penanyanya.

Tapi saya merasa ingin tertawa ketika mendengar jawaban-jawaban dari wakil
Partai Daulat Rakyat (PDR), Nuniek T. Haryani, yang boleh dikatakan
"dibantai" dalam acara tersebut. Selain seringkali jawaban-jawaban yang
diberikan melenceng dari pertanyaan (mengalihkan pokok pertanyaan?),
sehingga berkali-kali terpaksa dipandu oleh moderator. Beberapa kali wakil
PDR ini dipotong jawabannya oleh moderator dengan mengatakan, seperti:
"Maaf, Bu, mungkin saya bisa mengarahkan maksud pertanyaannya tadi adalah ..."

Demikian pula setiap jawaban yang keluar dari mulutnya selalu saja
terus-menerus terlontar kata-kata seperti "untuk rakyat," "rakyat kecil
yang tertindas," "rakyat kecil yang jujur," "rakyat kecil yang tidak
mengenal KKN," "konglomerat yang memeras rakyat," "sekian triliun rupiah
yang dikeplang konglomerat, sedangkan rakyat kecil yang selalu
mengembalikan pinjammnya," dan seterusnya. Mirip sekali dengan sang boss di
belakang layar. Siapa lagi kalau bukan Adi Sasono. 

Jawaban-jawaban yang diberikan terkesan seolah sudah direkam dalam otaknya
lebih dulu, sehingga tidak heran sering melenceng dari maksud pertanyaan
sebenarnya.  

Mungkin ada yang bisa menambahkan?

Daniel H.T.



______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!




Kirim email ke