Kadang-kadang diam itu emas, sedang bicara itu perak ...
Menurut temen-temen saya di PDI-P (maaf lho saya bukan orang PDI-P) Mba Megawati
itu tidak pernah mencalonkan
menjadi Presiden tetapi rakyatlah yang meng-elu-elukan beliau untuk jadi
Presiden, jadi makanya dia diam saja ketika
diajak untuk berdebat capres dll.

[EMAIL PROTECTED] wrote:

> In a message dated 6/2/99 6:56:51 PM !!!First Boot!!!, [EMAIL PROTECTED]
> writes:
>
> <<
>  Tapi saya merasa ingin tertawa ketika mendengar jawaban-jawaban dari wakil
>  Partai Daulat Rakyat (PDR), Nuniek T. Haryani, yang boleh dikatakan
>  "dibantai" dalam acara tersebut. Selain seringkali jawaban-jawaban yang
>  diberikan melenceng dari pertanyaan (mengalihkan pokok pertanyaan?),
>  sehingga berkali-kali terpaksa dipandu oleh moderator. Beberapa kali wakil
>  PDR ini dipotong jawabannya oleh moderator dengan mengatakan, seperti:
>  "Maaf, Bu, mungkin saya bisa mengarahkan maksud pertanyaannya tadi adalah
> ..."
>
>  Demikian pula setiap jawaban yang keluar dari mulutnya selalu saja
>  terus-menerus terlontar kata-kata seperti "untuk rakyat," "rakyat kecil
>  yang tertindas," "rakyat kecil yang jujur," "rakyat kecil yang tidak
>  mengenal KKN," "konglomerat yang memeras rakyat," "sekian triliun rupiah
>  yang dikeplang konglomerat, sedangkan rakyat kecil yang selalu
>  mengembalikan pinjammnya," dan seterusnya. Mirip sekali dengan sang boss di
>  belakang layar. Siapa lagi kalau bukan Adi Sasono.
>
>  Jawaban-jawaban yang diberikan terkesan seolah sudah direkam dalam otaknya
>  lebih dulu, sehingga tidak heran sering melenceng dari maksud pertanyaan
>  sebenarnya.
>
>  Mungkin ada yang bisa menambahkan?
>
>  Daniel H.T.
>   >>
> Nuniek Haryani ini masih jauh lebih baik dibandingkan dengan dewa Anda,
> Megawati yang diam seribu bahasa. Jujur saja lah. Nuniek berani tampil, walau
> grogi, dengan apa adanya. Bukankah itu lebih baik dibandingkan  diam, lamban,
> menggemukkan badan?
> salam,
> RAP
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!




Kirim email ke