So far.., justru PAN yang masih terperosok dibawah Golkar. PKB is the
runner-up.., tapi entahlah kalau suara dari luar Jawa akan masuk. Mungkin
Golkar bisa menyalip PKB dan menjadi runner-up. Sedangkan PAN, saya kira
tetap masih dibawah Golkar (mudah-mudahan saya salah).

Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
____________________________________________
Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
Kunjungi http://come.to/forma-kub  E-mail: [EMAIL PROTECTED]


-----Original Message-----
From: Amin Riza <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 08 Juni 1999 9:47
Subject: Re: [Kuli Tinta] Analisis Sementara


Bung Manurung, saya nggak sependapat dengan Anda.

PPP sudah habis, Golkar masih cukup baik, sehingga persekongkolannya tidak
menghasilkan apa-apa. PKB sangat diragukan keberhasilannya. PAN dan PDIP
bakal mendominasi, dengan keunggulan pada PDIP.

Kalau ini terjadi, fakta ini berbicara banyak tentang fenomena Indonesia.

Yang utama tentang kedewasaan umat Islam dalam bernegara dan berdemokrasi,
sehingga upaya memperalat MUI dan Zainuddin MZ pada injury time tidak
membuahkan hasil, kecuali menurunkan kredibilitas keduanya dimata bangsa
Indonesia.

Yang kedua, kemenangan barisan reformasi aliran moderat (PDIP) yang dipadu
kemenangan aliran keras (PAN) sangat memberi harapan percepatan dan
pelurusan cita-cita reformasi.

Ketiga, Golkar akan tampil sebagai oposisi resmi, yang akan berdampak baik
bagi Pemerintahan aliansi PDIP dan PAN (mungkin plus PKB). PPP tidak punya
pilihan lain kecuali numpang dikapal reformasi, minimal untuk dapat satu dua
pos Menteri.

Keempat, politisi pembonceng akan berlomba mengeluarkan statement yang
memuji-muji Megawati, supaya dapat porsi.

Kelima, ABRI tidak punya pilihan lain kecuali mendukung barisan reformasi.

Keenam, sistem kenegaraan akan lebih sehat, karena DPR/MPR tidak sekedar
tukang stempel, walaupun kualitasnya masih kurang memadai, mengingat kurang
siapnya PDIP menyiapkan caleg yang berkualitas.

Dalam pandangan saya, pemilihan caleg PDIP masih terjebak politik balas budi
terhadap mereka yang membelanya ketika menderita. Hal ini harus segera
diperbaiki dengan sistem rekrutmen yang tepat, sehingga mampu mengandangkan
putra terbaik bangsa di PDIP, yang sekarang masih terserak dipartai gurem
atau non partisan.

Peringatan Gus Dur dan fatwa MUI harus disikapi secara positip untuk
kemanfaatan bangsa.

Dengan teknik pemberdayaan (encourage and empowerment) yang didemonstrasikan
PDIP selama ini, saya yakin kebersamaan tanpa melupakan latar belakang dapat
diwujudkan oleh PDIP.

Selamat menjemput Indonesia Baru dengan optimis dan tetap waspada.


--

On Mon, 7 Jun 1999 21:53:23    Martin Manurung wrote:
>Saya amati dan dapat berita dari beberapa kawan yang memantau (juga
beberapa
>dari luar daerah), sepertinya hasil Pemilu seperti ini PDI Perjuangan akan
>memenangkan Pemilu, Golkar akan runner-up, PPP menjadi pemenang ketiga, PAN
>keempat dan PKB kelima. Kalau begini hasilnya, harapan pada koalisi PAN
PDIP
>dan PKB belum tentu terwujud, karena PPP masih mungkin koalisi ke Golkar.
>Harapan yang masih mungkin adalah PDI Perjuangan akan memang paling sedikit
>40% suara, supaya tambahan dari --minimal-- PKB akan berarti. Dan tampaknya
>sampai saat ini PDI Perjuangan masih menang telak. Entahlah kalau masuk
data
>dari luar Jawa.
>
>Silakan lihat hasil Pemilu secara real-time: www.kpu.go.id
>
>Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
>____________________________________________
>Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
>Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
>Kunjungi http://come.to/forma-kub  E-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
>
>
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>


Get your FREE Email at http://mailcity.lycos.com
Get your PERSONALIZED START PAGE at http://my.lycos.com



______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke