Tanggapan untuk Bung Amin Riza,
>Aliansi PDIP-PAN memunculkan masalah klasik Capres. Tetapi >dengan 
>pernyataan Amien Rais (yang belakangan ini makin wise) >bahwa wajarnya 
>partai dengan perolehan terbesarlah yang mendapat porsi Presiden, maka 
>crucial point Capres bisa diatasi. Hal >yang sama diungkapkan Aberson Marle 
>Sihaloho (PDIP), melihat tipisnya kemungkinan salah satu Partai mendapat 
>suara mayoritas.

Saya kira sulit Mega menjadi presiden. Gus Dur sudah pernah mengingatkan 
tantangan dari para kiai di MPR nanti bahkan juga dari dari PKB jika PDI 
Perjuangan mencalonkan Mega sebagai presiden. Di samping itu pencalonan Mega 
hanya akan mengkristalkan dukungan terhadap alternatif satu-satunya, yakni 
Habibie. Apalagi jika MPR one man one vote. Gus Dur selaku penasihat rohani 
Mega saya kira tidak akan bermain bodoh. Jadi saya kira PDI Perjuangan dan 
PKB akan main aman dengan mencalonkan seorang lain menjadi presiden. 
Masalahnya, siapa?

Mungkin Sri Sultan bisa jadi pilihan bijak.

Suara pro-Habibie yang sebelumnya akan muncul jika Mega dicalonkan akan 
bubar. Sultan lebih bisa diterima di kalangan Islam. Apalagi ia katanya 
keturunan Raden Patah,

>Legal wise, suara 135 utusan daerah juga dapat "dikuasai" PDIP, >tetapi 
>perlu energi khusus untuk ngotot di DPRD yang diduga masih >penuh ranjau 
>toleransi dan dagang sapi.

Setahu saya, yang akan memilih utrusan daerah adalah DPRD pemilu lalu, bukan 
yang sekarang. Sulit mengharapkan mereka mendukung PDIP.

MGH

****************
To keep the latest headlines,
please reload http://www.mandiri.com every hour.



______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke