Bung Martin,
Persoalannya akan lebih sederhana kalau PKB bisa mempertahankan posisi runner up
Nasional, karena aliansinya dengan PDIP sangat tidak bermasalah.
Tetapi nampaknya setelah masuk semua suara dari Jawa Timur nanti, perkembangan PKB
melambat.
Sementara PAN lebih widely acceptable, dan sumbangan suara terbesarnya diperkirakan
datang dari Jakarta dan Jateng/ DIY.
PDIP jangan ditanya, bahkan di Jawa Barat (jumlah pemilih terbesar) yang pendukung
Golkarnya masih eksis, paling hanya 4 Dati II yang PDIP bukan front runner. Selebihnya
milik PDIP walaupun Golkar masih mampu menjadi runner up di 4-5 Dati II disamping
memimpin di 1-2 Dati II.
Aliansi PDIP-PAN memunculkan masalah klasik Capres. Tetapi dengan pernyataan Amien
Rais (yang belakangan ini makin wise) bahwa wajarnya partai dengan perolehan
terbesarlah yang mendapat porsi Presiden, maka crucial point Capres bisa diatasi. Hal
yang sama diungkapkan Aberson Marle Sihaloho (PDIP), melihat tipisnya kemungkinan
salah satu Partai mendapat suara mayoritas.
PDIP nampaknya hanya mampu menggaet 30-35%, sehingga PKB dan PAN "harus" kumulatif
mendapat 40% agar 51% suara MPR diperoleh tanpa mengandalkan utusan daerah, ABRI dan
utusan Golongan.
Legal wise, suara 135 utusan daerah juga dapat "dikuasai" PDIP, tetapi perlu energi
khusus untuk ngotot di DPRD yang diduga masih penuh ranjau toleransi dan dagang sapi.
Kalau hal ini tidak tercapai, pergumulan di Senayan akan sangat seru, dan nampaknya
harapan kembali pada the real pressure group : Mahasiswa.
--
On Tue, 8 Jun 1999 23:31:17 Martin Manurung wrote:
>So far.., justru PAN yang masih terperosok dibawah Golkar. PKB is the
>runner-up.., tapi entahlah kalau suara dari luar Jawa akan masuk. Mungkin
>Golkar bisa menyalip PKB dan menjadi runner-up. Sedangkan PAN, saya kira
>tetap masih dibawah Golkar (mudah-mudahan saya salah).
>
>Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
>____________________________________________
>Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
>Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
>Kunjungi http://come.to/forma-kub E-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>-----Original Message-----
>From: Amin Riza <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: 08 Juni 1999 9:47
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Analisis Sementara
>
>
>Bung Manurung, saya nggak sependapat dengan Anda.
>
>PPP sudah habis, Golkar masih cukup baik, sehingga persekongkolannya tidak
>menghasilkan apa-apa. PKB sangat diragukan keberhasilannya. PAN dan PDIP
>bakal mendominasi, dengan keunggulan pada PDIP.
>
>Kalau ini terjadi, fakta ini berbicara banyak tentang fenomena Indonesia.
>
>Yang utama tentang kedewasaan umat Islam dalam bernegara dan berdemokrasi,
>sehingga upaya memperalat MUI dan Zainuddin MZ pada injury time tidak
>membuahkan hasil, kecuali menurunkan kredibilitas keduanya dimata bangsa
>Indonesia.
>
>Yang kedua, kemenangan barisan reformasi aliran moderat (PDIP) yang dipadu
>kemenangan aliran keras (PAN) sangat memberi harapan percepatan dan
>pelurusan cita-cita reformasi.
>
>Ketiga, Golkar akan tampil sebagai oposisi resmi, yang akan berdampak baik
>bagi Pemerintahan aliansi PDIP dan PAN (mungkin plus PKB). PPP tidak punya
>pilihan lain kecuali numpang dikapal reformasi, minimal untuk dapat satu dua
>pos Menteri.
>
>Keempat, politisi pembonceng akan berlomba mengeluarkan statement yang
>memuji-muji Megawati, supaya dapat porsi.
>
>Kelima, ABRI tidak punya pilihan lain kecuali mendukung barisan reformasi.
>
>Keenam, sistem kenegaraan akan lebih sehat, karena DPR/MPR tidak sekedar
>tukang stempel, walaupun kualitasnya masih kurang memadai, mengingat kurang
>siapnya PDIP menyiapkan caleg yang berkualitas.
>
>Dalam pandangan saya, pemilihan caleg PDIP masih terjebak politik balas budi
>terhadap mereka yang membelanya ketika menderita. Hal ini harus segera
>diperbaiki dengan sistem rekrutmen yang tepat, sehingga mampu mengandangkan
>putra terbaik bangsa di PDIP, yang sekarang masih terserak dipartai gurem
>atau non partisan.
>
>Peringatan Gus Dur dan fatwa MUI harus disikapi secara positip untuk
>kemanfaatan bangsa.
>
>Dengan teknik pemberdayaan (encourage and empowerment) yang didemonstrasikan
>PDIP selama ini, saya yakin kebersamaan tanpa melupakan latar belakang dapat
>diwujudkan oleh PDIP.
>
>Selamat menjemput Indonesia Baru dengan optimis dan tetap waspada.
>
>
>--
>
>On Mon, 7 Jun 1999 21:53:23 Martin Manurung wrote:
>>Saya amati dan dapat berita dari beberapa kawan yang memantau (juga
>beberapa
>>dari luar daerah), sepertinya hasil Pemilu seperti ini PDI Perjuangan akan
>>memenangkan Pemilu, Golkar akan runner-up, PPP menjadi pemenang ketiga, PAN
>>keempat dan PKB kelima. Kalau begini hasilnya, harapan pada koalisi PAN
>PDIP
>>dan PKB belum tentu terwujud, karena PPP masih mungkin koalisi ke Golkar.
>>Harapan yang masih mungkin adalah PDI Perjuangan akan memang paling sedikit
>>40% suara, supaya tambahan dari --minimal-- PKB akan berarti. Dan tampaknya
>>sampai saat ini PDI Perjuangan masih menang telak. Entahlah kalau masuk
>data
>>dari luar Jawa.
>>
>>Silakan lihat hasil Pemilu secara real-time: www.kpu.go.id
>>
>>Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
>>____________________________________________
>>Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
>>Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
>>Kunjungi http://come.to/forma-kub E-mail: [EMAIL PROTECTED]
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>______________________________________________________________________
>>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>>
>>PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>
>
>Get your FREE Email at http://mailcity.lycos.com
>Get your PERSONALIZED START PAGE at http://my.lycos.com
>
>
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
Get your FREE Email at http://mailcity.lycos.com
Get your PERSONALIZED START PAGE at http://my.lycos.com
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!