Bung Martin,
Seandainya hanya dengan suara 35 % sebuah partai dipersilahkan membentuk
pemerintahan, diberi cek kosong -- partai apapun -- lantas bagaimana dia
harus menghadapi rakyat yang 65 % lagi ? Dibuang ke tong sampah ?
Bagaimana kalau pemenang Pemilu hanya dapat suara 20 % pada suatu ketika
nanti ?
Aturan bahwa pemenang Pemilu minoritas bisa mengambil semua jelas
bertentangan dengan demokrasi ! Saya tidak setuju dengan pendapat anda.
Secara logika tidak bisa diterima.
Maka dari itu, sudah waktunya PDIP lebih aktif melakukan tawar-menawar
politik. Jangan hanya dengan bekal 35 atau 40 % suara lantas seolah-olah
berhak untuk membentuk pemerintahan ....
Itu saja sementara ini.
Iwan
Martin Manurung wrote:
>
> Saya baru tahu tuh ada "Statistik Politik"
>
> Bagi saya, membaca hasil Pemilu kemarin telah jelas, tidak usah
> dibolak-balik. PDI Perjuangan dapat 35% suara, Golkar 25%, ..., PAN 8%.
> Pemenangnya PDI Perjuangan. Meskipun masih ronde pertama, tetapi sebagai
> penghargaan kepada suara rakyat, dipersilakan membentuk pemerintahan. Suara
> rakyat yang memilih partai lain, tidak percuma. Partai yang belum menang,
> dipersilakan menduduki kursi terhormat sebagai oposisi. Sebaliknya, PDI
> Perjuangan meskipun cukup legitimated membentuk pemerintahan sebagai
> pemenang, tetapi tidak cukup kuat sehingga perlu dukungan/aliansi/koalisi
> dengan partai-partai lain yang reformis.
>
> Alhamdullilah, nilai Statistik 1 dan 2 saya, tidak mepet ke "C" dan "D",
> he..he..he..
>
> Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
> ____________________________________________
> Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
> Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
> Kunjungi http://come.to/forma-kub E-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> -----Original Message-----
> From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]>
> To: Indo Mailling <[EMAIL PROTECTED]>; Millis Kuli-Tinta
> <[EMAIL PROTECTED]>; Milis Mimbar Bebas <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: 02 Juli 1999 17:41
> Subject: [Kuli Tinta] STATISTIK , MATEMATIK , POLITIK
>
> Statistik itu cabang dari matematik yang ngurusi soal mengumpulkan,
> menata, serta menganalisa data. Para mahasiswa pasti tidak asing dengan
> kata-kata mean, average, standard deviasi, frekwensi , dsb. Juga mungkin
> kenal pula dengan sampling theory, estimation theory, design experiment ,
> dll. Bagi banyak mahasiswa, ( karena lumayan sulit ) statistik adalah
> dekat "C" atau "D". Bagi sebagian kecil lain , dia memang matematika yang
> penuh keanggunan dan keasyikan.
>
> Dalam negara demokrasi modern , statistik adalah juga cabang dari politik.
> Misalnya , statistik adalah , Polling. Bagaimana membaca dan mempengaruhi
> polling. Itu erat sekali dengan meraih suara rakyat. Dan bagaimana meraih
> kekuasaan. Statistik juga adalah data hasil pemilu . Bagaimana
> menerjemahkannya buat pemilihan akan datang. Bagaimana merubah kekalahan
> jadi kemenangan atau sebaliknya.
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!