First of all, I didn't say anything about blank cheques
Ramos menjadi Presiden di Filipina dengan 20%, Kennedy menjadi Presiden di
AS dengan 40%. Di sini pemenang Pemilu mencapai 38%. Bagi saya ---ini
lagi-lagi saya nyatakan--- kemenangan 38% itu baik sekali untuk masa depan
demokrasi. Artinya pemenang Pemilu cukup legitimated untuk memerintah
(dibanding yang 8%, 15% dan 20%), tetapi tidak cukup besar untuk berkuasa
mutlak, apalagi menjadi diktator. Pemenang Pemilu itu akan memiliki partner
tanding demokrasi yang sangat baik dan kuat. Itu jauh lebih baik daripada
single majority.
Oh ya...., seandainya anda tidak melihat nama saya pada sender-nya tentu
komentar anda tidak seperti ini ya...? Karena apa yang anda bilang itu SAMA
dengan yang saya bilang. Cobalah bandingkan yang saya kutip di bawah ini:
IWAN bilang:
"Maka dari itu, sudah waktunya PDIP lebih aktif melakukan tawar-menawar
politik. Jangan hanya dengan bekal 35 atau 40 % suara lantas seolah-olah
berhak untuk membentuk pemerintahan ...."
MARTIN bilang:
"Sebaliknya, PDI Perjuangan meskipun cukup legitimated membentuk
pemerintahan sebagai pemenang, tetapi tidak cukup kuat sehingga perlu
dukungan/aliansi/koalisi dengan partai-partai lain yang reformis."
Eh..., bedanya apa sih ya?
Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
____________________________________________
Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
Kunjungi http://come.to/forma-kub E-mail: [EMAIL PROTECTED]
-----Original Message-----
From: Iwans <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 08 Juli 1999 20:23
Subject: Re: [Kuli Tinta] STATISTIK , MATEMATIK , POLITIK
Bung Martin,
Seandainya hanya dengan suara 35 % sebuah partai dipersilahkan membentuk
pemerintahan, diberi cek kosong -- partai apapun -- lantas bagaimana dia
harus menghadapi rakyat yang 65 % lagi ? Dibuang ke tong sampah ?
Bagaimana kalau pemenang Pemilu hanya dapat suara 20 % pada suatu ketika
nanti ?
Aturan bahwa pemenang Pemilu minoritas bisa mengambil semua jelas
bertentangan dengan demokrasi ! Saya tidak setuju dengan pendapat anda.
Secara logika tidak bisa diterima.
Maka dari itu, sudah waktunya PDIP lebih aktif melakukan tawar-menawar
politik. Jangan hanya dengan bekal 35 atau 40 % suara lantas seolah-olah
berhak untuk membentuk pemerintahan ....
Itu saja sementara ini.
Iwan
Martin Manurung wrote:
>
> Saya baru tahu tuh ada "Statistik Politik"
>
> Bagi saya, membaca hasil Pemilu kemarin telah jelas, tidak usah
> dibolak-balik. PDI Perjuangan dapat 35% suara, Golkar 25%, ..., PAN 8%.
> Pemenangnya PDI Perjuangan. Meskipun masih ronde pertama, tetapi sebagai
> penghargaan kepada suara rakyat, dipersilakan membentuk pemerintahan.
Suara
> rakyat yang memilih partai lain, tidak percuma. Partai yang belum menang,
> dipersilakan menduduki kursi terhormat sebagai oposisi. Sebaliknya, PDI
> Perjuangan meskipun cukup legitimated membentuk pemerintahan sebagai
> pemenang, tetapi tidak cukup kuat sehingga perlu dukungan/aliansi/koalisi
> dengan partai-partai lain yang reformis.
>
> Alhamdullilah, nilai Statistik 1 dan 2 saya, tidak mepet ke "C" dan "D",
> he..he..he..
>
> Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
> ____________________________________________
> Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
> Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
> Kunjungi http://come.to/forma-kub E-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> -----Original Message-----
> From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]>
> To: Indo Mailling <[EMAIL PROTECTED]>; Millis Kuli-Tinta
> <[EMAIL PROTECTED]>; Milis Mimbar Bebas <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: 02 Juli 1999 17:41
> Subject: [Kuli Tinta] STATISTIK , MATEMATIK , POLITIK
>
> Statistik itu cabang dari matematik yang ngurusi soal mengumpulkan,
> menata, serta menganalisa data. Para mahasiswa pasti tidak asing dengan
> kata-kata mean, average, standard deviasi, frekwensi , dsb. Juga mungkin
> kenal pula dengan sampling theory, estimation theory, design experiment ,
> dll. Bagi banyak mahasiswa, ( karena lumayan sulit ) statistik adalah
> dekat "C" atau "D". Bagi sebagian kecil lain , dia memang matematika yang
> penuh keanggunan dan keasyikan.
>
> Dalam negara demokrasi modern , statistik adalah juga cabang dari politik.
> Misalnya , statistik adalah , Polling. Bagaimana membaca dan mempengaruhi
> polling. Itu erat sekali dengan meraih suara rakyat. Dan bagaimana meraih
> kekuasaan. Statistik juga adalah data hasil pemilu . Bagaimana
> menerjemahkannya buat pemilihan akan datang. Bagaimana merubah kekalahan
> jadi kemenangan atau sebaliknya.
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!