Cukup, cukuuuuuuuuuuuuuup sudah !. Kok statistiknya cenderung meningkat
akhir-akhir ini.

Kami mau sedikit sumbang pikiran.
Kenakalan remaja melalui tawuran itu bisa disebabkan oleh hal-hal yang
berbau kesetiakawanan, rasa keadilan & rasa sok jagoan  tanpa (mau)
mengerti/memahami permasalahan yang sebenarnya, benar atau tidak.
Kebenaranyapun diukur menurut otak & emosi mereka. Selain itu juga faktor
historis yang tidak dapat dihilangkan, sekali sudah bermusuhan, akan tetap
musuh.

Tak dipungkiri ada faktor keluarga & sekolah juga mempengaruhi, seperti
sudah banyak dibicarakan para pakar. Dan itu pasti rumit, walau sudah ada
pola penanganannya.

Sisi lain yang mungkin perlu diterapkan, ialah ketegasan kita semua,
termasuk aparat keamanan, hukum & pendidikan.
Mereka yang sudah tertangkap tangan sudah seharusnya segera dijatuhi
hukuman, baik disekolah atau diluar sekolah. Seperti, dirumahkan, hukuman
sekolah, dikeluarkan, dimasukkan ke panti anak nakal, bahkan sampai di
penjara.

Ini sangat penting untuk menghilangkan preseden yang buruk dalam pikiran
mereka. Sepertinya mereka masih tetap (akan) diampuni.

Kalau perangkat hukumnya kurang, yah cepat-cepatlah dilengkapi,
cepaaaaaaaaaat dong!!.
Waktu berguliir terus nih, dan korban juga 'nggak mau ketinggalan
(berjatuhan) !! Mau apa lagi.

Gimana menurut aparat pendidikan, hukum & keamanan ?????.

Naaasib bangsaku...............serba ketinggalan.

Trim's,
Fw.



______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke