----- Original Message -----
From: Phantom Stranger <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, July 29, 1999 12:41 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] TAWURAN LAGI LAGI TAWURAN
> From: Chandra Adenan <[EMAIL PROTECTED]>
> > Nggak semudah itu juga, memperbaiki pola pikir itu tindakan preventif
yang
> > proyeksinya jangka panjang, tapi untuk tindakan kuratif yang proyeksinya
> > jangka pendek apa...? ya itu tadi, 'salah satunya' seragam dihapus
> > saja....dihapus lho bukan diganti seragam baru.
> -----------------------------------------------------------
> saya lihat seragam2 sekolah sekarang ini sudah tidak ada tanda asal
sekolah
> mereka..jadi hanya ada tanda osis saja..
> tapi memang benar kalo seragam tidak ada, maka akan lebih sulit untuk
> mengenali..
> pertanyaannya, kalo seragam dihapus, apakah akan timbul masalah baru yang
> lain lagi?
Kalo seragam tidak ada...?, di kampus kan nggak ada seragam ya...? nggak
terjadi apa-2 tuh. Cuman mungkin saja akan terjadi persaingan pakaian, tapi
kalo sekolah bisa mengatur bahwa pakaian harus sopan bla..bla. aku pikir ok
ok aja.
>
> > hukuman juga bisa asal dijalankan secara konsekwen, tapi sosialisasi
hukum
> > kan belum bagus. nah pemerintah harus mensosialisasikan itu secara
> intensif,
> > harus ada law campagne di Indonesia.
> -----------------------------------------------
> sepertinya harus ada tindakan yang serentak di segala hal..
> intinya manusia itu keras..menyukai kekerasan karena mereka terbiasa
dengan
> kekerasan..
> kekerasan menjadi tradisi..
>
> smu a adalah musuh smu b..hal ini sudah menjadi tradisi..pelajar2 baru
yang
> gak tau apa2 ikut2an..
>
> gak usah tawuran deh, liat aja di tv2 waktu kerusuhan dulu itu..
> hampir semua yang ada di tv itu melakukan kekerasan dengan
> 'bersemangat'..memukuli polisi, memukuli rakyat, dan yang dilakukan dengan
> riang gembira adalah penjarahan, penghancuran gedung2..
>
> nonton pertandingan bola, dan regu yang dijagokan kalah, terjadi
kerusuhan..
>
> apakah masalah tawuran adalah masalah pelajar?
> rasanya itu adalah masalah seluruh manusia..manusia menyukai kekerasan,
> karena itulah jalan tercepat dalam menyelesaikan sesuatu (yang kuat yang
> menang?)..
>
> manusia sangat menyukai IDE perdamaian..tapi menjadi damai? saya tidak
> yakin..
Nah itu dia, aku setuju banget. Kembali lagi harus ada keinginan dari para
pengatur negara (babe-2 kita itu) untuk menerapkan hukum secara konsekwen
dan tegas. Berani bertindak krn benar, salah nggak usah takut dipecat dan
balik dihukum, tul nggak...?
>
>
>
> ______________________________________________________________________
> If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
> To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!