Poros poros kelihatannya bisa jadi pada binggung, barang kali..
Memang itu yang namanya 'usaha', boleh-boleh saja. Wong ada gula, ada semut.
Namun demikian, bagaimanapun itu juga sebagai koreksi buat kedua kubu (yang
katanya beerseteruh), khususnya si merah PDIP.
Teori pasar juga berlaku dalam dunia politik. Jadi....waspadalah PDIP.
Strategi 'diam itu adalah emas' boleh jadi yang terbaik, tapi yang dimaksud
diam-nya apa benar hanya diam to. Rasanya PDIP perlu punya PR yang baik.
Trim's.
Fw
-----Original Message-----
From: Yap C. Young [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Apakah ini bukan permainan positioning para elite untuk menjadi
RI-2?
Ada banyak deretan nama yang booking kursi itu, AR, Hz, Wir, bahkan
Hbb
sendiri. Yang jelas Gus Dur sedang diwayangkan, ha ha haaa.
Tapi bagus saja, itulah demokrasi.
Tak dapat rotan akarpun jadilaaah.
Salam
Yap
(di Senayan lihat lautan merah lagi...dan ngeriiii)
>From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: "Kuli Tinta" <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: [Kuli Tinta] Poros Bingung
>Date: Tue, 27 Jul 1999 13:40:09 +0700
>
>AR mengatakan bahwa ia mendukung Gus Dur menjadi Presiden dari
poros
>tengah.
>Hamzah Has mengatakan bahwa poros tengah belum memiliki calon
presiden.
>
>Kayaknya kini arus muncul satu poros lagi yaitu Poros Bingung yang
sedang
>kebingungan mencai kiblat. Porostoyonoh......
>
>
>______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!