Terus gini, malam berikutnya ada Rapat PDIP :
Eh, poros tengah eh poros bingung sudah mulai bingung tuh.
Biar aje. Kita diem aja. Biar mereka tambah blingsatan. Yang penting
kita narik simpati umat Islam dulu.
Gimana caranya ?
Ya gampang. Kan ada Mathori kita bohongi aja dia. Janjikan kursi Wapres
kek atau Menteri Agama kek, cukuplah bagi dia.
Oh jadi suruh dia ngobrak-ngabrik poros tengah gitu ?
Nggak usah disuruh. Pasti itu yang akan dia lakukan.
Lha terus kita ngapain ?
Ya kita diem saja. Santai saja Man. Pasti kita bisa berkuasa. Dan
setelah itu terserah kita toh ?
-----------------------
Gimana Bung Yap ? Sama kan ilusinya ?
----------------------
Yap C. Young wrote:
>
> Rapat poros bingung tadi malam:
>
> Wah gawat nih!!!
> Issue gender, non muslim, TNI, UUD, Pengadilan Soe dsb nggak mempan, bo.
> Apalagi ya?
> Harus ditemukan issue baru lagi nih.
> Gimana kalau masa lalu pribadinya nya kita korek untuk menimbulkan antipati
> rakyat?
> Kalau nggak gitu, kita bakal kehilangan posisi, jadi nggak bisa bargain
> lagi.
> Atau kita gabung Akbar saja, lumayan dah jadi Menteri kayaknya sudah
> ditangan.
> Tapi gimana ya alasan kepada pemilih, soalnya gue dulu udah terlalu kenceng
> menghujat Golkar.
> Aah cueklah, kita karang sambil jalan saja. Kalau selama ini mereka sudah
> kita bodohi, apa bedanya kalau dibodohi sekali lagi. Ok?
>
> >From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
> >Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
> >To: <[EMAIL PROTECTED]>
> >Subject: Re: [Kuli Tinta] Poros Bingung
> >Date: Fri, 30 Jul 1999 19:48:22 +0700
> >
> >----- Original Message -----
> >From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
> >del
> >
> >Walaupun harusnya semua semakin menyadari bahwa semakin gencar serangan
> >semakin kuat dia jadinya karena sesungguhnya energi penyerang itulah yang
> >dipakai membalas (Ingat waktu masih suka ke dojo...)
> >
> >Yap
> >Asyik melihat cacing kepanasan....
> >=====================================
> >
> >��:
> >
> >Itulah sebabnya, Mega mengucapkan terima kasih kepada mereka siapa saja
> >yang
> >telah memberikan kritik tajam karena kritik tajam itu dimaknai sebagai rasa
> >ikut memiliki dan memperhatikan. He... he... strategi bertahan dengan
> >menggunakan tenaga lawan untuk menyerang. Saya teringat pada strategi
> >bagaimana Norman memotong pasukan Sadam atau bagaimana Israel memotong
> >divisi III Mesir.
> >
> >
> >
> >
> >______________________________________________________________________
> >If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
> >To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> >To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
> >
> >Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>
> ______________________________________________________
> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>
> ______________________________________________________________________
> If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
> To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!