Terus Poros bingung rapat lagi. Sekali ini Akbar ikut nongkrong juga,
lengkap dengan stafnya, karena jadi juga mereka gabung sama Akbar.
Wah Gus Dur nggak maen nih! Kayaknya susah nipu dia. PKB masih liar.
Tenang aja, suara kita di MPR plus UD dan UG sudah lebih besar dari PDIP
plus PKB. Mau apa dia. Konstitusional kan?! Suara rakyat, siapa takut?
Kita suruh Tirtosudiro menyanyi lagi. Dia kan Cendekiawan paling top,
ketuanya cendekiawan. Suruh ngomong apa saja asal nyerang mereka.
Lagian kita usik supaya kakaknya Desy nimpalin. Dia kan lebih muda dan lebih
cantik. Kita janjiin Menlu dah!
Eh, jangan lupa Muladi. Dia kan dipercaya wartawan. Kalau nggak mau, kita
gusur dia, diganti Ghalib, yang pasti lebih Ok.
Yang lain sementara diem dulu.
Judulnya sederhana aja, konstitusional, MPR, Habibie putra terbaik.....
Issue ini jangan sampai hilang, tinggal ini kekuatan kita.
Bener tuh, kata Akbar, kalau nggak gini, KKN kita pasti ditelanjangi habis
habisan. Gimana gue bisa bantu kalian.
Ok, sekarang kita bentuk tim kerja untuk merumuskan bahwa reformasi sudah
dilaksanakan dengan baik oleh Habibie. Jangan sampai rakyat tidak mengerti
mengapa kita mendukung Habibie. Kita kondisikan supaya rakyat mengusulkan
agar Habibie diangkat sebagai Bapak Reformasi. Nggak apa apa kan Mien?
Rapat berikutnya disepakati diselenggarakan di Slipi. Jalan Anggrek
Nelimurni.
Hidup reformasi. Hidup Habibie....
>From: Sam <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Poros Bingung
>Date: Sat, 31 Jul 1999 12:52:45 +0700
>
>Terus gini, malam berikutnya ada Rapat PDIP :
>
>Eh, poros tengah eh poros bingung sudah mulai bingung tuh.
>
>Biar aje. Kita diem aja. Biar mereka tambah blingsatan. Yang penting
>kita narik simpati umat Islam dulu.
>
>Gimana caranya ?
>
>Ya gampang. Kan ada Mathori kita bohongi aja dia. Janjikan kursi Wapres
>kek atau Menteri Agama kek, cukuplah bagi dia.
>
>Oh jadi suruh dia ngobrak-ngabrik poros tengah gitu ?
>
>Nggak usah disuruh. Pasti itu yang akan dia lakukan.
>
>Lha terus kita ngapain ?
>
>Ya kita diem saja. Santai saja Man. Pasti kita bisa berkuasa. Dan
>setelah itu terserah kita toh ?
>
>-----------------------
>Gimana Bung Yap ? Sama kan ilusinya ?
>----------------------
>
>
>
>Yap C. Young wrote:
> >
> > Rapat poros bingung tadi malam:
> >
> > Wah gawat nih!!!
> > Issue gender, non muslim, TNI, UUD, Pengadilan Soe dsb nggak mempan, bo.
> > Apalagi ya?
> > Harus ditemukan issue baru lagi nih.
> > Gimana kalau masa lalu pribadinya nya kita korek untuk menimbulkan
>antipati
> > rakyat?
> > Kalau nggak gitu, kita bakal kehilangan posisi, jadi nggak bisa bargain
> > lagi.
> > Atau kita gabung Akbar saja, lumayan dah jadi Menteri kayaknya sudah
> > ditangan.
> > Tapi gimana ya alasan kepada pemilih, soalnya gue dulu udah terlalu
>kenceng
> > menghujat Golkar.
> > Aah cueklah, kita karang sambil jalan saja. Kalau selama ini mereka
>sudah
> > kita bodohi, apa bedanya kalau dibodohi sekali lagi. Ok?
> >
> > >From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
> > >Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
> > >To: <[EMAIL PROTECTED]>
> > >Subject: Re: [Kuli Tinta] Poros Bingung
> > >Date: Fri, 30 Jul 1999 19:48:22 +0700
> > >
> > >----- Original Message -----
> > >From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
> > >del
> > >
> > >Walaupun harusnya semua semakin menyadari bahwa semakin gencar serangan
> > >semakin kuat dia jadinya karena sesungguhnya energi penyerang itulah
>yang
> > >dipakai membalas (Ingat waktu masih suka ke dojo...)
> > >
> > >Yap
> > >Asyik melihat cacing kepanasan....
> > >=====================================
> > >
> > >��:
> > >
> > >Itulah sebabnya, Mega mengucapkan terima kasih kepada mereka siapa saja
> > >yang
> > >telah memberikan kritik tajam karena kritik tajam itu dimaknai sebagai
>rasa
> > >ikut memiliki dan memperhatikan. He... he... strategi bertahan dengan
> > >menggunakan tenaga lawan untuk menyerang. Saya teringat pada strategi
> > >bagaimana Norman memotong pasukan Sadam atau bagaimana Israel memotong
> > >divisi III Mesir.
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >______________________________________________________________________
> > >If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
> > >To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> > >To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
> > >
> > >Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
> > ______________________________________________________
> > Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
> >
> > ______________________________________________________________________
> > If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
> > To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> > To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>______________________________________________________________________
>If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
>To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!