Kenapa Mas Kojen selalu menyebut Poros Tengah sebagai Poros Bingung ?
Apakah memang sulit memahami niat baik Poros Tengah !
Dan menganggap Poros Tengah sebagai kelompok tukang jegal Megawati ?

Apakah yang diharapkan adalah Poros Tengah, Golkar dan PDIP mendukung
Megawati semua ? Apakah begitu yang diinginkan ?!

Anda berilusi kalau begitu 
Dan berfikir setback
Persis ketika Golkar mencalonkan Soeharto
Dan memaksa PPP, PDI, Golkar dan Utusan Daerah melantunkan hal yang
sama. Dan kita tak ingin mengulangi soal itu. 1971, 1977, 1982, 1987,
1992 dan 1997 kita mengulanginya terus.

Maunya anda seperti itu lagi apa ?
Lantas apa bedanya kita dengan Orde Baru terkutuk !

Kata Habibie : Megawati bau Orde Lama !
Kata Megawati : Habibie bau Orde Baru !

Masakan Poros Tengah mau berbuat bodoh lagi ?
Kenapa ribut soal calon Presiden saja ?
Kenapa nggak ada yang bicara soal agenda reformasi kita.

Memangnya Megawati atau Habibie sanggup menjalankan amanat reformasi ?
Habibie berkuasa, pasti bakal diganggu 'tentara merah' terus 
Megawati berkuasa, pasti juga bakal didemo umat Islam karena janjinya
membuka hubungan dilomatik dengan Israel

Atau isu-isu lama PDI bakal diangkat lagi,
Mencabut UU Pendidikan Nasional
Menutup Peradilan Agama,
Meninjau ulang UU Perkawinan
Kekhawatiran itu sepertinya tak beralasan, tapi itulah yang ada di benak
banyak orang Islam

Sementara kalau Golkar yang berkuasa,
Tentara tetap saja berkuasa,
Soeharto nggak diadili
Agenda reformasi mandeg

Dan seterusnya, dan sebagainya, dan lain-lain ....

Auk ah Gelap !

S a m



Mas Kojen wrote:
> 
> Assalamu'alaikum  wr .wb
> 
> Pemberian ampun hanya bisa diberikan kepada orang yang telah
> terbukti bersalah. Dan yang memberi ampunan adalah pihak yang
> teraniaya. Kalau Suharto terbukti bersalah barulah bisa diberikan
> ampunan. Pada hal sampai sekarang Suharto tidak mengaku bersalah
> dan tidak bisa dibuktikan kesalahannya.
> 
> Tentang pemberian sejumlah uang oleh Suharto kepada "lima orang"
> anggota komisi tersebut juga sama sekali tidak ada dasar hukum
> fikihnya. Apakah yang komisi lima orang itu (....jangan-jangan
> ketua komisinya adalah Gus Dur sendiri) berhak menerima komisi dari
> Suharto (....yang nota bene belum tentu mau memberikan komisinya
> itu) ?
> 
> Lagi-Lagi Gus Dur asbun..... asal bunyi aja.
> Kasihan "poros bingung" Amien Rais yang mencalonkan Kiai bingung
> ini sebagai calon presiden!
> 
> Wassalamu'alaikum wr.wb
> 
> Mas Kojen
> 
> ----------
> > From: Reva Renaldo <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> > Subject: [Kuli Tinta] Usul Gus Dur: Ampuni Soeharto
> > Date: Thursday, August 05, 1999 1:41 AM
> >
> > Dalam pertemuan Presiden BJH dengan 49 pimpinan parpol di Istana
> Merdeka
> > hari Selasa (3/8), Ketua Umum PB NU KH Abdurrahman Wahid yang
> diundang hadir
> > sebagai orang bijak (wise man) mengusulkan masalah Soeharto
> sebaiknya bukan
> > diselesaikan melalui hukum formal, melainkan dengan penerapan
> Hukum Islam
> > (Fiqh). "Ketentuan Hukum Islam dalam hal ini adalah pemberin
> ampun
> > kepadanya, dalam arti ia menyerahkan sejumlah uang tertentu
> kepada sebuah
> > komisi lima orang yang akan menetapkan jumlah yang harus
> dibayarkan oleh
> > mantan Presiden Soeharto kepada rakyat untuk mengatasi krisis
> pangan dan
> > investasi kembali dalam kegiatan ekonomi bangsa kita," demikian
> Gus Dur
> > (Kompas, 4/8).
> >
> > Saya pikir, daripada para netters terus berdebat berkepanjangan
> mengenai
> > pro-kontra Megawati, yang masing-masing sudah punya sikap dan tak
> bakal
> > berubah, baik kita urun rembuk mengenai topik yang dilontarkan
> "orang bijak"
> > ini. Siapa mau berkomentar?
> >
> > Reva Renaldo      4/8/99
> >
> >
> > ______________________________________________________
> > Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
> >
> >
> ____________________________________________________________________
> 
> __
> > If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
> > To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> > To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> 
> ______________________________________________________________________
> If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
> To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke