Akan hilang karena melawan hakekatnya!

Polarisasi kelompok yang tampak dalam kemunculan berbagai partai Islam itu
beserta distribusi suaranya telah menunjukkan hakekat perbedaannya.

Kalau sekonyong-konyong muncul keinginan untuk bergabung maka hal itu lebih
berorientasi pada kepentingan sempit jangka pendek para elit politiknya.
Metamorfosa Fraksi Islam ke Poros Tengah disamping mengindikasikan
polarisasi itu juga menunjukkan orientasi itu.

Semasa Orba para Elit politk PPP dan PDI pada dasarnya telah menikmati the
existing benefit  dan mereka takut kehilangan. Dukungan PPP ke Habibie
semakin memperjelas posisinya. Oleh karena itu, ketika tujuan akhir keompok
berbeda dengan tujuan individu masing-masing elit politik maka kelompok itu
tidak mungkin membangun  kesepakatan.



----- Original Message -----
From: Martin Manurung <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 05 August 1999 14:58
Subject: Re: [Kuli Tinta] Usul Gus Dur: Ampuni Soeharto


Di dekat rumah saya (di Buncit/Mampang) ada spanduk dari PPP yang mengatakan
"Mendukung BJ Habibie sebagai Presiden". Ya..., terbukalah sudah bhw PPP
mendukung Habibie. Padahal PPP juga berada pada --yang katanya-- "Poros
Tengah". Kalau begitu, "tengah"-nya itu apa ya? Bagaimana dengan Amien Rais,
apa akan ikut dengan PPP di "poros"-nya itu? Saya kok melihat hal yang sama
dengan guru besar dari Australia itu ya (lupa nama bule-nya): poros tengah
itu akan hilang dengan sendirinya.

Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
_________________________________________________



______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke