Rekan Sam,
Mungkin saja pendapat anda ada benarnya. Cuma saja bagi saya yang paling
saya pesimiskan pada poros tengah (diluar Gus Dur dengan PKBnya) adalah
adanya PPP didalamnya & AR.
Khusus AR, saya melihat manufer poliitiknya yang begitu lemah & ada
oportunisnya juga. Hal ini nampak dari kebijakannya yang suka
plintat-plintut. Saya rindukan AR untuk lebih tegas & konsisten pada arah
reformasi yang beroorientasi pada keadilan & masyarakat banyak.
Tapi lebih-lebih pada PPP yang terkesan untuk cuci tangan & bertendensi
untuk ganti baju Orbanya lalu masuk dalam garis status-quo Golkar, yang
menurut pandangan saya sebaiknya untuk keluuar arena dulu sambil bersemedi
ccuci diri. Boleh saja Golkar berslogan Paradigma Baru, tapi dengan
kajadian-kejadian & sepak terjang yang terjadi selama ini, jelas itu hanya
slogan saja karena banyak kader & pengurusnya masih 'menggila' dengan
berlindung dibalik kekuasaan.
PPP bagaimanapun turut dalam kelestarian rezim dulu, hidup & menikmati
fasilitas 'kursi tidur' yang diberikan agar senantiasa 'tertidur lelap' &
kenyang, sampai akhirnya genderang reformasi ditabuhkan mahasiswa & rakyat.
So.........itulah lemahnya poros tengah, & makin lemah lagi dengan tanpa
dukungan Gus Dur.
Hidup reformasi yang berkeadilan & didukung masyarakat luas. Trim's, Fw.
> -----Original Message-----
> From: Sam [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>
> Kenapa Mas Kojen selalu menyebut Poros Tengah sebagai Poros Bingung ?
> Apakah memang sulit memahami niat baik Poros Tengah !
> Dan menganggap Poros Tengah sebagai kelompok tukang jegal Megawati ?
>
> Apakah yang diharapkan adalah Poros Tengah, Golkar dan PDIP mendukung
> Megawati semua ? Apakah begitu yang diinginkan ?!
>
> Anda berilusi kalau begitu
> Dan berfikir setback
> Persis ketika Golkar mencalonkan Soeharto
> Dan memaksa PPP, PDI, Golkar dan Utusan Daerah melantunkan hal yang
> sama. Dan kita tak ingin mengulangi soal itu. 1971, 1977, 1982, 1987,
> 1992 dan 1997 kita mengulanginya terus.
> -------------------------------dihapus re--------->
> >-----------------------------------
>
>
>
> Mas Kojen wrote:
> >
> > Assalamu'alaikum wr .wb
> >
> > Pemberian ampun hanya bisa diberikan kepada orang yang telah
> > terbukti bersalah. Dan yang memberi ampunan adalah pihak yang
> > teraniaya. Kalau Suharto terbukti bersalah barulah bisa diberikan
> > ampunan. Pada hal sampai sekarang Suharto tidak mengaku bersalah
> > dan tidak bisa dibuktikan kesalahannya.
> ---------------------------------dihapus ------------->
> >-----------------------------------------------
> >
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!