Bung Doer, sama sekali bukan maksud saya untuk 'menembak' Anda. Itu hanya
klarifikasi atas statement yang kurang tepat, agar nggak semuanya dianggap
tolerable mistake.
Saya mohon maaf kepada Anda kalau pilihan kata saya terlalu keras. Pengaruh
Khalifah Umar bin Chattab? Nggak, kelemahan diri sendiri.
Terima kasih atas kesediaan mendengar, dan mari kita saling mendengar.
Tawashul bi haq.
Kisah Khalifah Umar bin Abdul Aziz dan 'ibda bi nafsika' akan menjadi
starting point bagus untuk menyongsong kejayaan ummat.
Yap
>From: Abdur Rahim <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [Kuli Tinta] e-mail gratisan? Enak aja .. (u/Komkom)
>Date: Sat, 21 Aug 1999 10:27:46 +0700 (JAVT)
>
>
>Terima kasih bung Yap atas nasehatnya. Suatu kesalahan yang terlalu lama
>dibiarkan, lama-kelamaan akan menjadi membudaya, tanpa pelakunya
>'menyadari' kesalahannya. Atau mungkin akhirnya kesalahan itu
>diketahui yang berwenang dan akhirnya memperoleh pembenaran. (Ilustrasinya
>sangat banyak e-mail2 pribadi menggunakan account itb.ac.id; diketahui
>oleh yang berwenang - dalam hal ini 'penguasa' lab - dan tidak mendapat
>teguran. Karena dibenarkan ? ). Posting anda mengingatkan saya untuk
>mengintrospeksi diri. Dan di sinilah pentingnya nasehat yang tulus dari
>seorang rekan, dan kesediaan menerima nasehat dari pihak yg dinasehati.
>
>Sekedar informasi, di ITB ada lab-lab tertentu yang menarik iuran dari
>orang yg ingin memiliki account, dan ada juga lab yang memberikan account
>secara selektif tanpa biaya. Di samping itu ada juga account2 (gratis)
>yang diberikan dengan seleksi yang sangat tidak ketat (misal :
>student.itb.ac.id).
>
>Saya akan mulai menghitung2, apa saja fasilitas ITB yang pernah saya
>gunakan untuk keperluan pribadi, dan apakah memang dibenarkan (contohnya
>perpustakaan digunakan untuk belajar sendirian tentu dibenarkan). Jika
>saya memang tidak berhak, Insya Allah saya akan meninggalkan fasilitas
>tersebut, termasuk menggunakan internet di ITB dlm hal2 yg pribadi. Tapi
>jika hak tsb ternyata memang saya miliki, tentu saya akan menggunakannya.
>
>Kisah Khalifah Umar bin Abdul Aziz yg mematikan lampu milik negara saat
>membicarakan permasalahan keluarganya kini terngiang kembali di telinga
>saya. Do'akan saya mampu melakukan hal yang benar.
>
>Terima kasih.
>
>beDoer
>
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail
kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!