Pertama,
Sebagian dari replay mail ini saya CUT aja deh, kasihan buat yang
langganan sama ISP, kelamaan nge-download mail nanti :-)
Kedua,
Terimakasih banyak bung Yap. Terus terang saya sangat bahagia kalau
berbeda pendapat dengan anda atau rekan yang lain. Soalnya saya jadi
banyak belajar dalam berbeda pendapat.
Maksud saya disini e-mail gratis tak lain dan tak bukan "Free-mail"
seperti kata anda dan bukan fasilitas gratis yang jadi masalahnya, sama
sekali bukan fasilitas gratis. Saya rasa antara bung Yap dan saya ada beda
persepsi soal mail gratis(maaf, permasalahannya saya persempit aja biar
nggak jadi melebar kemana-mana). Yang saya maksud dengan dengan e-mail
gratisan itu adalah free-mail(yahoo, hotmail, mailcity, dsb), jadi dalam
hal ini saya sama sekali tidak menyangsikan kemampuan finansial bung Yap.
user name yang saya dapat ini tentunya didapatkan karena kebijakan dari
Lab. yang memberikan account "gratis", Dan itu menjadi "milik pribadi" si
yang punya account.
On Fri, 20 Aug 1999, Yap C. Young wrote:
> Komkom:
>
> >.. sebagaimana saya tidak pernah melihat domain address pada e-mail >anda.
> >Bisa saja saya menggunkan e-mail gratisan, tapisaya tidak mau.
>
> Yap:
> e-mail gratisan? Enak aja. Apanya yang gratis? Penggunaan domain hotmail.com
> sama sekali nggak gratis bung. Apakah Anda bisa mengakses hotmail.com tanpa
> berlangganan ISP. Dari mana membuka connection-nya? Tolong beritahu kalau
> ada caranya.
> Dengan menggunakan hotmail.com ini saya membayar sama dengan pemakai
> internet pada umumnya. Bahkan mungkin lebih besar. Saya membayar internet
> access fee kepada ISP saya, saya membayar pulsa telepon pada Telkom, saya
> membayar listriknya, saya membeli hard-ware dan software komputernya, bahkan
> saya membeli gedung atau perangkat lainnya untuk mengoperasikannya. Saya
> membayar dengan uang pribadi. Bukan gratisan.
>
> Tolong dijawab dengan jujur (boleh dong tanyaaaa�), apakah dengan user-name
> Anda ini Anda juga membayar sendiri apa yang saya bayar itu? Internet access
> fee, pulsa telepon, listrik, komputer, bahkan gedungnya? Apakah lab yang
> Anda sebut itu Anda beli dengan uang pribadi Anda? Kalau ya berarti kita
> sama nggak gratisan. Tetapi kalau tidak, bagi Anda kemungkinannya hanya dua,
> mencuri atau korupsi. Karena kalau Anda pakai fasilitas internet pada
> institusi tempat Anda bekerja, Anda pasti tahu bahwa fasilitas internet itu
> tidak disediakan dengan maksud untuk dipergunakan bagi kepentingan pribadi
> pegawainya, misalnya untuk bermilis ria disini.
> Jadi siapa yang gratisan?
>
> Saya menggunakan �free email� dengan tujuan menghindarkan �hello effect�.
> Dalam budaya kita, tulisan atau perkataan seseorang biasanya dinilai dari
> siapa yang menulis atau berkata. Bukan tulisan atau perkataannya. Dan saya
> menghindari penilaian orang atas posting saya hanya karena hello effect dari
> user name saya. Apalagi saya cuma orang biasa dan selalu ingin biasa biasa
> saja.
>
> Jadi kalau dalam user-name Anda terdapat kata ITB, wajar saja kalau banyak
> orang berharap pencerahan dari posting Anda. Dan kecewa saat posting itu
> tidak merefleksikan citra ITB yang menbanggakan itu. Mengapa? Itulah hello
> effect. ITB, institusi yang sangat membanggakan saya dan banyak orang
> Indonesia. Jelasnya banyak yang mengharapkan mendapat sesuatu yang
> membanggakan dari segala sesuatu yang berbau ITB. Termasuk dari Anda.
>
> Dalam kasus saya, user name dari ISP saya gunakan terutama untuk membuka
> connection. Dengan mobilitas saya yang termasuk tinggi, saya berlangganan
> beberapa ISP dibeberapa kota. Kadang juga di public net. Setelah connection
> terbuka, tergantung apa yang akan saya lakukan. Kalau memang perlu pakai
> user-name dari ISP saya, kalau tidak, saya buka domain lain sesuai
> keperluan. Hal yang sama juga saya berikan kepada rekan-rekan yang bekerja
> untuk saya, agar dia bisa menggunakan internet sebebas bebasnya untuk
> meningkatkan wawasannya. Dan saya membayar untuk kebebasan mereka. Bung
> Aswat bilang freedom is not free, dan I am always willing to pay for it, as
> long as I deserve to it. Jadi nggak gratisan. Enak aja....
>
> Komkom:
> >Saya tidak pernah bahagia dengan memojokkan PDIP dan"agak" membela >P.
> >Golkar atau P. apalah.
>
> Yap:
> Baguslah. Normalnya memang begitu. Semoga netters disini banyak yang
> sependapat dengan pernyataan Anda ini. Cobalah introspeksi.
>
> Yap
>
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail
kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!