Nggak bisa dong apriori bilang nggak mungkin. Itu takabur. Tetapi juga nggak
bisa langsung percaya saja. Itu gegabah.
Masalahnya, seandainya data ini benar, dimana letak pelanggarannya?
Ini perlu diperjelas agar kita tidak terbuai penyakit hati.
Marilah berbaik sangka tanpa kehilangan sifat kritis.
Adakah yang bisa menjelaskan pelanggarannya, seandainya data ini benar?
Bagaimana pula kalau datanya nggak benar?
Nggak harus secara hukum, secara moral atau dari sudut manapun juga boleh.
Lumayan, buat bahan diskusi.
Yap
>From: "Abdullah Hasan" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: "Millis Kuli-Tinta" <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: [Kuli Tinta] LIPPOGATE
>Date: Fri, 27 Aug 1999 01:01:54 +0700
>
>Sudono Salim : Rp 100 Milyar.
>Prajogo Pangestu : 80 Milyar.
>The Nin King : 75 Milyar.
>Anthoni Salim : 50 Milyar.
>Eka Tjipta Widjaya 45 Milyar.
>Hendra Rahardja 45 milyar.
>Rudy Ramli 40 Milyar.
>Arifin Panigoro ( cuma)10 Milyar.
>Ricardo Gelael 5 Milyar.
>Tutut 12,5milyar.
>Sigit 10 milyar.
>
>Menggunakan "yardstick merah" yang sangat mantap itu : Tidak
>mungkin......tidak mungkin.......malaikat semua.......tidak
>mungkin..............................................
>
>Wassalam.
>( tenang bersama yardstick merah )
>
>
>
>______________________________________________________________________
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!