Dear Yap,
setiap kelompok apapun berhak untuk memiliki Think-Tank sendiri.
Kelompok Think-Tank tsb. ada yang melembaga maupun OTB (Organisasi Tanpa
Bentuk). Saya yakin semacam itu tidak bisa dihapus. kecuali "dimakan waktu
dan dimakan kebenaran sesaat".
Ya, di Indonesia 'kan banyak orang pandai; biarkan saja, let all flowers
bloom.
Kapan kita semua tatap-muka,
jsujanto

�� wrote:

> Bagaimana dengan pembentukan dewan-dewan itu?
>
> ��
>
> ----- Original Message -----
> From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: 24 October 1999 23:15
> Subject: [Kuli Tinta] Jangan ada CSIS dan CIDES lagi
>
> CSIS ditengarai sebagai lembaga think thank Soeharto, dan CIDES
> menjadi
> think thank Habibie.
> Ketika suara CSIS tergusur oleh suara konglomerat, runtuhlah
> istana pasir
> Soeharto. Ketika saran CIDES tentang opsi Timtim kurang
> antisipatif,
> hancurlah pamor Habibie.
> Lembaga yang pura pura swadaya masyarakat ini berisi orang orang
> pintar dan
> menjadi lembaga siluman yang lebih effektip dibanding DPR yang
> secara resmi
> disebut Perwakilan Rakyat.
>
> Susahnya jadi lembaga siluman, kalau sarannya bener gak dapet
> nama, kalau
> sarannya salah digebuki rame rame. Tetapi memang ada privelege
> untuk
> anggotanya, lebih ditakuti daripada pejabat resmi, karena
> celotehnya dapat
> menggulingkan periuk nasi seorang pejabat atau melambungkan
> seorang anak
> jalanan kekursi empuk jabatan formal atau menjadi pengusaha
> besar. Ini
> sangat merusak system dan perlu segera diakhiri.
>
> Kedepan, sebaiknya GM nggak usah main main dengan lembaga
> siluman, penasehat
> terselubung, asisten gelap dan sebaiknya, karena pada gilirannya
> sama dengan
> memelihara harimau. Kalau lupa atau kurang ngasih makan, bossnya
> sendiripun
> ditelan.
> Tegakkan saja transparansi, perkuat kelembagaan formal dengan
> langkah yang
> transparan juga.
> Para pakar ini dikandangin saja di DPA dan DPR, berfungsi sebagai
> akomodator
> dan penyelaras setiap ide yang timbul sehingga menjadi suatu
> langkah konkrit
> yang representatif. Merekalah yang menjadi muara buah pikiran
> LSM, Perguruan
> Tinggi, Organisasi kemasyarakatan dan kelompok masyarakat lainnya
> yang
> mempunyai kepedulian dan kepentingan, untuk memformulasikannya
> menjadi
> rumusan konkrit bagi perbaikan segala bidang. Merekalah yang
> harus pro aktif
> untuk memfasilitasi atau mengikuti debat publik sehingga nggak
> perlu menjadi
> demo atau gerakan lain yang mengerikan.
>
> Yap
>
> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!



______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke