From: Paladin A. <[EMAIL PROTECTED]>
> Distorsi itu bisa muncul karena kurangnya pemahaman atas agamanya
> masing-masing, dan pemahaman itu bisa ditingkatkan melalui pendidikan
agama
> secara menyeluruh, dan menurut saya pendidikan ini bisa diterapkan lebih
> tegas dalam suatu negara agama, melalui pendidikan formal dan informal.
------------------------------------------------------
menurut saya,
untuk bisa mencapai suatu negara agama, tentunya harus lebih dahulu ada
pemahaman atas agama masing2 maupun agama2 lain..rasanya aneh kalo negara
agama dulu baru pemahamannya belakangan..
> Secara hakikatnya mungkin benar, namun bukan berarti suatu pembenaran,
kita
> amat sangat mampu melepaskan diri dari pola pikir seperti ini. Konflik
> kepentingan akan selalu ada, namun kita harus bisa menyesuaikan
kepentingan
> kita dengan situasi dan kondisi, kapan bisa 'memaksakan', kapan harus
> menahan diri, bukankah itu prinsip demokrasi?
----------------------------------------------------------
pola pikir seperti apa? apa maksudnya pengkotak2an?
bukankah kepentingan itulah kotaknya?
tapi anda memang benar, secara umum hal itulah yang terjadi..
> Ehm, bukankah contoh yang anda tulis semuanya adalah agama? Okelah, atheis
> memang tidak percaya Tuhan, tetapi bukankah itu suatu bentuk dari
> kepercayaan pula, minimal sebuah aturan moral? Lagipula nilai keadilan itu
------------------------------------------------------------
sebuah aturan moral bukan berarti agama (yang saya artikan sebagai
dilembagakan)..
nilai2 kemanusiaan bisa saja berasal dari orang yang merasa muak melihat
kekejaman2 yang berlangsung, tanpa dia memiliki pengetahuan tentang agama
atau ajaran apapun..
> ada....), lalu kerajaan di Jepang yang sangat berdasar pada agama pula
> (Shinto, Zen), lalu kerajaan Inggris sebelum Revolusi
> Industri.....kebersamaan, kerja sama, dan supremasi hukum sebagai wujud
> sistem yang baik itu menurut saya tidak lepas dari peran dan kontrol kuat
> dari agama sebagai kekuatan moral. Charlemagne dari Perancis yang
----------------------------------------------
tapi apakah berarti harus menjadi negara agama?
yang penting kan nilai2 moral itu sebagai pengarah bagi pemerintahan bukan?
negara Indonesia bisa saja menjadi negara yang mendasarkan hukumnya pada
nilai2 dari segala agama maupun kepercayaan..
mungkin itulah negara agama yang sesungguhnya..
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!