From: "Phantom Stranger" <[EMAIL PROTECTED]>

>From: Paladin A. <[EMAIL PROTECTED]>
>
>....yang diatasnya di delete...tapi setuju semua..:)

Cool....

>> Mungkin memang demikian, cuman saya berharap kita jangan terlalu munafik
>> pula, contohnya pada pornografi, sebetulnya pornografi itu dilarang itu
>> karena apa sih? Karena memang dilarang oleh ketentuan agama, atau karena
>> "tidak baik untuk anak-anak"? Kalau memang mau konsisten, basmi total yang
>> namanya pornografi, dari yang terang-terangan ada (striptis, VCD bokep
>> nggak cuman penjual tapi distributornya juga, trus sensor Internet), sampe
>> yang nyerempet-nyerempet (majalah-majalah yang covernya asik abis dan
>> isinya cewek berbaju renang/bikini), atau sekalian diizinkan dengan
>batasan
>> tertentu, misalnya hanya untuk usia 21 tahun ke atas, dan peredarannya
>juga
>> dibatasi pula, dikontrol yang ketat agar tidak berkeliaran bebas. Pilih
>> yang mana?
>-----------------------
>yah, kalo untuk pornografi, kriteria nya harus jelas dulu..
>kan pornografi masih diperdebatkan..
>dibatasi ataupun dilarang juga gak menjamin sih..

Topik baru nih :-)

Kalo ngomong kriteria emang repot, harus melihat dulu definisi
"pornografi", baik secara harfiah maupun secara makna. Tapi kan secara riil
kita pasti tahu lah yang namanya porno, yang bisa merangsang nafsu birahi.
Nah soal menjamin tidaknya, kita lihat dulu, apanya yang mau dan bisa
dijamin? 

>mungkin salah satu kriterianya : otak porno = pornografi? hehehe..

Hehehe...yang jelas otak porno akan selalu mencari yang berhubungan dengan
pornografi. Nah pembatasan atau pelarangan akan berakibat langsung pada
makhluk-makhluk macam ini. Pembatasan akan memberikannya saluran legal
terhadap nafsunya, sementara pelarangan akan membuatnya mencari di tempat
lain, baik legal maupun ilegal namun bakal banyak ilegalnya. Ini belum
membahas efek pada moral, sex education, dan lain sebagainya....


Wassalam,

Paladin A.
ICQ 50753984




______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke