>> PERJUANGAN ORANG RIAU
>>
>> Perjuangan orang Riau memasuki abad mendatang makin lama makin
>> terseok-seok saja , Jika dulu mereka asik menari tudung periuk, berpantun
>> dan mendongeng, sekarang mereka sadar dan sibuk memperjuangkanan hak
>> azazinya yang paling mendasar, yakni kemerdekaan.
>> Dahulu Riau disebut-sebut pintu gerbang penyeludupan di Indonesia.
>> Pada era penyeludupan Riau dahulu lebih di kenal dengan semokel, membawa
>> barang pertanian ke Malaysia dan Singapura Orang melayu era ini bisa di
>> bilang paling berjaya. Karena bagan siapi-api menghasilkan ikan terbesar
>> ke dua di dunia.
>> Kemudian alkisah masuklah etnis lain yang berasal dari bugis, jawa,
>> Cina dan padang yakni orang-orang minang, dan di teruskan orang dari
>> medan yang di namakan orang batak.
>> Seiring dengan dengan perputaran zaman, membuat orang banyak
>> berubah. Kalau dulu orang akan malu menyebut dirinya orang melayu Riau
>> sebab kalah gengsi. Namun kini keadaan membuat orang banyak berubah
>> sejak mulai sibuk memekikkan kebebasan untuk " Riau meredeka". Padahal
>> keadaan yang nyata dibalik potret wajahnya yang sebenarnya adalah ia
>> sedang berusaha mengambil keuntungan setelah ada tanda-tanda bahwa Riau
>> akan lebih baik karena pertimbangan letak geografis, ataupun sumberdaya
>> alam masih memungkinkan akan menjadikan Riau lebih makmur nantinya. Namun
>> sebenarnya mereka tidak pernah tau apa yang di rasakan oleh orang Riau
>> yang selama ini menjadi penonton yang baik bukan separti penonton
>> sepakbola dari surabaya .
>> Kenapa rakyat Riau tidak memberontak seperti di Aceh? Siapa yang mau
>> mamberontak? Kecuali hanya Ongah suara Tabrani yang doktor itu. Selain itu
>> mana ada? Karena rakyat sibuk ke laut mencari ikan sehingga kesempatan
>> untuk berpolitik hampir tidak ada seperti Tabrani.
>> Memang tidak bisa di pungkiri jika orang melayu terkenal dengan
>> malasnya sehingga timbul rumor kalau orang Jawa, di tanya ?.... ngandi
>> kang yo, yang ladang. Juga kalau orang minang di tanya ?... kama da,
>> jawabnya pai manggaleh di pasar. Kalau orang batak di tanya ?.... tu dia?
>> ho karejo. Nah kalau orang melayu di tanya ?...... nak kemane pak cik?
>> tak ade, ndak cari angin. Jadi rumor ini sepertinya memang tidak bisa di
>> sangkal sepenuhnya dan tidak juga benar sepenuhnya.
>> Indonesia seperti sekarang ini sedikit banyak karena kelihaian
>> suharto meninggalkan bom-bom waktu yang siap akan meledak kapan saja.
>> Jika kita memang tidak hati-hati dan melangkah dengan benar, warisan
>> budaya KKN yang memang peninggalan budaya kolonial telah mengurat
>> mengakar seperti kangker yang sudah tidak bisa di sembuhkan ini. Padalah
>> kita mau bebas KKN tetapi masih denga santai melenggang Suharto, Andi
>> galib, Baramuli dan masih banyak lagi. Anehnya malah ada yang masuk ke
>> akbinet Gusdur. Jika tidak waspada Gusdur akan terbakar di rumahnya
>> sendiri.
>> Jika rakyat Aceh sibuk merdeka dengan alasan DOM, Otonomi dan
>> pembagian hasil maka mari kita lihat. Riau akan beda. Kenapa ?..... Di
>> Aceh ada DOM karena ada GAM kalau di Riau siapa yang mau membentuk semacam
>> GAM nya Aceh?, orang sakai tidak mungkin, !! mereka masih ahli menggunakan
>> sumpit di bandingkan senapan angin, sedangkan menebang hutan saja di
>> penjara 5 tahun padahal sakai itu buta hurup alias tidak bisa membaca,
>> Suku laut ?? Mereka masih pintar menggunakan tombak jika di bandingkan
>> dengan memegang pistol, Talang mamak lagi, Cuma sedikit yang lebih pintar
>> adalah orang-orang melayu, Makanya GAM tidak pernah ada di Riau. Karena
>> terlalu banyak yang tidak pintar alias buta hurup makanya Riau mudah di
>> bolak balik kayak membalik telapak tangan.
>> Coba saja kita lihat saja caltex, kabarnya mereka menghasilkan
>> devisa tidak kurang dari Rp 28 trilyun, dengan harga dolar Rp 700. Untuk
>> membayar pajak saja Caltex memerlukan dana 15 trilyun tapi yang sampai ke
>> MENKOEKUIN hanya Rp 7 trilyun katanya, tapi kan Caltex Punya bukti yang di
>> kasih ke Pertamina berarti Rp 8 trilyun singgah ke mana ya ?....
>> Pertamina kali, Belum lagi lusinan pabrik kayu dari yang terbersar di Asia
>> katanya seperti RAPP ( Riau andalan Palp and Piper ), Indahkiat, Surya
>> Dumai, Siakraya Pebpi, RGM yang semua membuang limbahnya ke sungan Siak
>> yang dulu udang galah masih banyak kini mencari satu ekor saja perlu waktu
>> satu hari.
>> Menteri KLH pun lupa ada limbah di sungai siak. Kabarnya hutan Riau
>> total 8 juta hekter tetapi yang sudah di gunduli baru sebanyak 6 juta
>> hektar belum lagi perkebunan sawit Nusantara IV, V, VI, indosawit,
>> Torganda yang baru baru ini karyawannya menyerang masarakat desa manahato
>> karena rakyat menetang mereka menanam sawit di atas perkuburan nenek
>> moyang mereka, sehingga ada beberapa orang yang meninggal kasusnya sampai
>> sekarang beblum tuntas juga.
>> Kabar angin gubernur dan Thamrin sudah di kasi upeti tidak kurang Rp
>> 500 juta kan lumayan untuk jalan-jalan ke ke Singapura, dan juga mega
>> proyek Gas di Natuna katanya cadangan Gasnya terbesar di dunia sampai
>> sekarang. Belum otorita Batam yang menghasilkan ...$..$..$..$........itu
>> kan punya Habibie......yang sedihnya tidak ada seperempatnya rakyat Riau
>> yang bisa bekerja di perusahaan- perusahaan tersebut, alasan yang clise
>> tenaga kerja Riau tidak siap pakai dan tidak mampu. Bagaimana akan mampu
>> jika pagi ke laut mencari ikan atau ke hutan membuat ladang ( ladang
>> berpindah ) dan sorenya sudah cape tidak banyak perusahaan besar yang
>> peduli akan nasip anak bangsa yang dari Riau ini.
>> Semua hasil pengelolaanya tidak tau entah kemana dan ke kantong
>> siapa arah dana mengalir. Kabar terahir semua devisa yang di hasilkan Riau
>> lebih dari Rp 50 trilyun setiap bulannya, Namun kenyataannya Riau adalah
>> daerah termiskin rata-rata perkapita penduduknya Juga tingkat melek
>> hurupnya, Jika dulu rakyat Aceh menyumbangkan dua buah pesawat RI-1 dan
>> RI-2 jaman baru merdeka, Riau tidak juga ketinggalan sultan Sarif Qosim
>> raja siak menyumbangkan 18 ribu gulden dan emas batangan untuk pemerintah
>> RI langsung di kasih sama IR Sukarno presiden RI-1.
>> Kalau Aceh punya pahlawan Tengku Umar, Cut Ditiro, Cutnyak Dein,
>> Riau juga punya Tangku Tambusai, Sultan Sarif Qosim dan masih banyak lagi
>> yang tanpa tanda jasa. Riau punya budayawan Raja Ali Haji, Sultan Ali
>> Sahbana, HB Yasin, Suman HS dan bahasa melayupun di daulat sebagai bahasa
>> persatuan 28 okteber 1928 sarat masa lampau (history) sudah cukup, coba di
>> bandingkan dengan Aceh mestinya Riau bukan cuma minta merdeka tetapi
>> " MEEERRRRDDDEEEEEEKKKKAAAAAA
>> Sampai suara itu serak seserak-seraknya Namun karena Riau di pimpin
>> oleh orang-orang korup dan KKKNNNNNN seperti Gubenur Riau Saleh Jasit,
>> walikota Usman Efendi Apan, Bengsabli, Fadlah Sulaiman dan masih banyak
>> orang-orang korup yang sekarang sedang berdengdang dan menari di atas
>> pundak nasip orang-orang Riau. Baik pendatang ataupun penduduk asli di
>> Riau.
>> Ongah Tabrani itu orang Bagan siapi-api mencoba untuk memerdekakan
>> Riau tapi dia berdiri sendiri. Akhirnya dia seperti pungguk rindukan
>> bulan. Kalau Sarwan Hamid yang lahir di desa Pusaka Siak lain lagi, dulu
>> sewaktu MENDAGRI apa kata pakde inggih sekarang minta negara Fedral. Gile
>> bener itu orang kok tidak punya kemaluan,
>> Tanpa tentera tanpa dana tanpa didukung oleh rakyat Riau dan juga
>> masih banyak lagi sarat-sarat yang belum di penuhi, Sekarang Riau makin
>> rusak semua Hotel, Wisma, di jadikan tempat maksiat belum lagi diskotik,
>> judi si jie, bento, kim tumbuh sepeti cendawan di musim hujan tanpa
>> kontrol oleh pemda maupun MUI Riau, cuma mahasiswa yang berani membakar
>> tempat tersebut .
>> Orang Riau sekarang mengalami masa pembodohan yang makin parah. Mau
>> merdeka. Aduh mak! Jika memang terwujud Riau bisa seperti macao atau
>> tempat perjudian lainnya seperti lasvegas Amerika. Kita lihat saja jika
>> memang sudah waktunya, proses itu pasti terjadi.
>> Cobalah kita lihat realita
>> salam....salam....
>> dari.......Riau.....Bengkalis....Selatbaru...
>> [EMAIL PROTECTED]
>> [EMAIL PROTECTED]
>> [EMAIL PROTECTED]
>> [EMAIL PROTECTED]
>> [EMAIL PROTECTED]
>
Join 18 million Eudora users by signing up for a free Eudora Web-Mail account at
http://www.eudoramail.com
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!