weleh,
ini khutbah kenegaraan model baru. haha. cocok.... aku
cocok cak yap.
sebab kalau tidak demikian, ada juga alasan nanti aku
bakar masyarakat tanah kelahiranku, untuk menuntut
kemerdekaan-nya dari NKRI. kalau semua pertimbangan
tuntutan kemerdekaan adalah karena alasan ekonomi,
apakah akan langgeng?

yaaa, kalau berhasil mewujudkan perjuangan kemerdekaan
menjadi lebih tinggi status ekonomi "negara-negara baru"
itu, kalau tidak? apa mesti minta bergabung lagi?
menyerahkan sekali lagi kedaulatannya kepada NKRI?
atau rela menggabung dengan negara lain? negara
yang mana lagi? wong semua sudah diduluin presiden
wahid untuk mengakui keutuhan wilayah indonesia, kok
yaaa?

seharusnya kalau bisa lebih bijak sedikit saja, perlu disadari
bahwa pemerintahan wahid ini adalah pemerintahan
baru.  pemerintahan baru yang terbentuk dari hasil
pemilihan umum yang "paling" demokratis di indonesia.

suatu rezim yang berniat baik untuk meningkatkan harkat diri
bangsa indonesia. dengan begitu harusnya segera bisa
mendukung (nyengkuyung kalau bahasa kampunganku)
atas rencana-rencana atau janji-janji presiden wahid.
gak simaklah apa yang diperbuat presiden dengan keliling
asean, amerika, jepang dan timur tengah, yang segera
dilakukannya sebelum genap sebulan umur pemerintahannya.
simaklah dengan sedikit kebijakan saja, tingkah presiden
wahid dan tanggapan semua (ya katakanlah semua) pimpinan
negara-negara yang dia kunjungi. simaklah nuansa segar
yang dipertontonkannya ketika membawa clinton untuk
bicara dengan berkelakar, sehingga waktu bicara menjadi
dua kali lebih panjang dari rencana. simak saja mengapa
buru-buru pm jepang obuchi membalas kunjungan ke
indonesia, dan turun dari pesawat ikut menggamit presiden
wahid denan gelak ketawa bebas.....

seharusnya kalau mampu sema me-ngerem sedikit keinginan
menuntut atas kesalahan pemerintahan sebelumnya,
yakinlah negara indonesia akan kembali menjadi besar.
namun kalau semua ingin melansir kepentingan-2
kelompok sendiri... negara indonesia besar kemungkinan
akan menjadi seperti daun jati kering yang bolong-bolong
termakan ulat.......
hehehe.... nggak nyambung ya biarin aja deh....

salam,

mBahSoeL
(sebenarnya aku hanya tertarik dengan langkah presiden
wahid dalam menghadapi persoalan aceh (baca GAM) yang
memprovokasi dari luaran, dia balas dengan membuat
benteng "pengakuan" akan keutuhan indonesia dari
wilayah asean (tetangga dekat), amerika (polisi), jepang
(juragan dan montir), tim-teng (psikologis spiritual) dan
mungkin cina (lambang negara besar yang masalah
kependudukannya jauh lebih rumit di banding indonesia)
yang menghasilkan menjadi "emosinya" pucuk pimpinan
GAM, sehingga menyebut presiden indonesia kini
adalah keturunan orang BODOH)


----- Original Message -----
From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
Nampaknya tokoh-tokoh Riau bisa mulai dari program yang sangat
basic :
illiteration, health care, habitat dan food security yang
dilaksanakan
sendiri oleh masyarakat Riau.

-----disetip--------


-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

Kirim email ke