Nampaknya tokoh-tokoh Riau bisa mulai dari program yang sangat basic :
illiteration, health care, habitat dan food security yang dilaksanakan
sendiri oleh masyarakat Riau.
Untuk situasi seperti ini, kegiatan yang berfokus pada human investment
lebih penting daripada pembangunan fisik lainnya.
Biayanya? Dari PAD, sumbangan 'sedikit maksa' kepada pengusaha, dan setelah
itu besar kemungkinan donasi dari lembaga internasional akan mengalir. Untuk
program-program begini banyak institusi dunia yang berlomba melakukannya.
Untuk menjadi merdeka, memang bisa mengejar legal aspek, melalui referendum,
tuntutan, proklamasi dan sebagainya, tetapi bisa juga melalui aspek
substansial, yaitu mulai melepaskan ketergantungan dari siapapun. Nyatakan
diri anda merdeka hari ini, berpikir dan bertindaklah sebagai orang merdeka
dengan segala implikasi dan konsekuensinya.
Tidak ada gunanya mengunggu orang lain melakukan sesuatu untuk kita, karena
Tuhan tidak akan merobah nasib suatu kaum tanpa kaum itu sendiri berusaha
merubahnya. Rosulullah juga menganjurkan agar kita mulai dari diri kita
sendiri.
Apakah masih relevan meminta status formal kemerdekaan atau federal,
sementara secara substansial besar kemungkinan hanya lepas dari mulut singa
masuk kemulut buaya karena ketidak siapan kita menggunakan tool yang bernama
kemerdekaan itu?
Seiring dengan crash program itu, perlu dilakukan pergeseran paradigma untuk
memberi infrastruktur bagi percepatan aktualisasi potensi Riau yang
bertujuan mempercepat terwujudnya keadilan dan kemakmuran bagi semua. Lalu
dorongan untuk menggairahkan kegiatan anak negeri, ditambah kegiatan
humaniora agar terwujud masyarakat yang manusiawi, harmonis dan progressif
tetapi tetap dalam warna budaya Riau. Agak panjang rinciannya tetapi
singkatnya banyak model yang bisa diadopsi dari belahan lain dunia, tinggal
memilih atau comot sedikit dari sana sini, lalu melakukan penyesuaian dengan
kondisi yang paling pas dengan situasi setempat.
Salam
>From: "be ng kalis" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
>[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
>Subject: [Kuli Tinta] PERJUANGAN ORANG RIAU
>Date: Fri, 26 Nov 1999 14:09:12 +0700
>
>
> >> PERJUANGAN ORANG RIAU
> >>
> >> Perjuangan orang Riau memasuki abad mendatang makin lama makin
> >> terseok-seok saja , Jika dulu mereka asik menari tudung periuk,
>berpantun
> >> dan mendongeng, sekarang mereka sadar dan sibuk memperjuangkanan hak
> >> azazinya yang paling mendasar, yakni kemerdekaan.
> >> Dahulu Riau disebut-sebut pintu gerbang penyeludupan di Indonesia.
> >> Pada era penyeludupan Riau dahulu lebih di kenal dengan semokel,
>membawa
> >> barang pertanian ke Malaysia dan Singapura Orang melayu era ini bisa
>di
> >> bilang paling berjaya. Karena bagan siapi-api menghasilkan ikan
>terbesar
> >> ke dua di dunia.
> >> Kemudian alkisah masuklah etnis lain yang berasal dari bugis, jawa,
> >> Cina dan padang yakni orang-orang minang, dan di teruskan orang dari
> >> medan yang di namakan orang batak.
> >> Seiring dengan dengan perputaran zaman, membuat orang banyak
> >> berubah. Kalau dulu orang akan malu menyebut dirinya orang melayu Riau
> >> sebab kalah gengsi. Namun kini keadaan membuat orang banyak berubah
> >> sejak mulai sibuk memekikkan kebebasan untuk " Riau meredeka". Padahal
> >> keadaan yang nyata dibalik potret wajahnya yang sebenarnya adalah ia
> >> sedang berusaha mengambil keuntungan setelah ada tanda-tanda bahwa
>Riau
> >> akan lebih baik karena pertimbangan letak geografis, ataupun
>sumberdaya
> >> alam masih memungkinkan akan menjadikan Riau lebih makmur nantinya.
>Namun
> >> sebenarnya mereka tidak pernah tau apa yang di rasakan oleh orang Riau
> >> yang selama ini menjadi penonton yang baik bukan separti penonton
> >> sepakbola dari surabaya .
> >> Kenapa rakyat Riau tidak memberontak seperti di Aceh? Siapa yang mau
> >> mamberontak? Kecuali hanya Ongah suara Tabrani yang doktor itu. Selain
>itu
> >> mana ada? Karena rakyat sibuk ke laut mencari ikan sehingga
>kesempatan
> >> untuk berpolitik hampir tidak ada seperti Tabrani.
> >> Memang tidak bisa di pungkiri jika orang melayu terkenal dengan
> >> malasnya sehingga timbul rumor kalau orang Jawa, di tanya ?.... ngandi
> >> kang yo, yang ladang. Juga kalau orang minang di tanya ?... kama da,
> >> jawabnya pai manggaleh di pasar. Kalau orang batak di tanya ?.... tu
>dia?
> >> ho karejo. Nah kalau orang melayu di tanya ?...... nak kemane pak cik?
> >> tak ade, ndak cari angin. Jadi rumor ini sepertinya memang tidak bisa
>di
> >> sangkal sepenuhnya dan tidak juga benar sepenuhnya.
> >> Indonesia seperti sekarang ini sedikit banyak karena kelihaian
> >> suharto meninggalkan bom-bom waktu yang siap akan meledak kapan saja.
> >> Jika kita memang tidak hati-hati dan melangkah dengan benar, warisan
> >> budaya KKN yang memang peninggalan budaya kolonial telah mengurat
> >> mengakar seperti kangker yang sudah tidak bisa di sembuhkan ini.
>Padalah
> >> kita mau bebas KKN tetapi masih denga santai melenggang Suharto, Andi
> >> galib, Baramuli dan masih banyak lagi. Anehnya malah ada yang masuk ke
> >> akbinet Gusdur. Jika tidak waspada Gusdur akan terbakar di rumahnya
> >> sendiri.
> >> Jika rakyat Aceh sibuk merdeka dengan alasan DOM, Otonomi dan
> >> pembagian hasil maka mari kita lihat. Riau akan beda. Kenapa ?.....
>Di
> >> Aceh ada DOM karena ada GAM kalau di Riau siapa yang mau membentuk
>semacam
> >> GAM nya Aceh?, orang sakai tidak mungkin, !! mereka masih ahli
>menggunakan
> >> sumpit di bandingkan senapan angin, sedangkan menebang hutan saja di
> >> penjara 5 tahun padahal sakai itu buta hurup alias tidak bisa membaca,
> >> Suku laut ?? Mereka masih pintar menggunakan tombak jika di bandingkan
> >> dengan memegang pistol, Talang mamak lagi, Cuma sedikit yang lebih
>pintar
> >> adalah orang-orang melayu, Makanya GAM tidak pernah ada di Riau. Karena
> >> terlalu banyak yang tidak pintar alias buta hurup makanya Riau mudah di
> >> bolak balik kayak membalik telapak tangan.
> >> Coba saja kita lihat saja caltex, kabarnya mereka menghasilkan
> >> devisa tidak kurang dari Rp 28 trilyun, dengan harga dolar Rp 700.
>Untuk
> >> membayar pajak saja Caltex memerlukan dana 15 trilyun tapi yang sampai
>ke
> >> MENKOEKUIN hanya Rp 7 trilyun katanya, tapi kan Caltex Punya bukti yang
>di
> >> kasih ke Pertamina berarti Rp 8 trilyun singgah ke mana ya ?....
> >> Pertamina kali, Belum lagi lusinan pabrik kayu dari yang terbersar di
>Asia
> >> katanya seperti RAPP ( Riau andalan Palp and Piper ), Indahkiat, Surya
> >> Dumai, Siakraya Pebpi, RGM yang semua membuang limbahnya ke sungan Siak
> >> yang dulu udang galah masih banyak kini mencari satu ekor saja perlu
>waktu
> >> satu hari.
> >> Menteri KLH pun lupa ada limbah di sungai siak. Kabarnya hutan Riau
> >> total 8 juta hekter tetapi yang sudah di gunduli baru sebanyak 6 juta
> >> hektar belum lagi perkebunan sawit Nusantara IV, V, VI, indosawit,
> >> Torganda yang baru baru ini karyawannya menyerang masarakat desa
>manahato
> >> karena rakyat menetang mereka menanam sawit di atas perkuburan nenek
> >> moyang mereka, sehingga ada beberapa orang yang meninggal kasusnya
>sampai
> >> sekarang beblum tuntas juga.
> >> Kabar angin gubernur dan Thamrin sudah di kasi upeti tidak kurang Rp
> >> 500 juta kan lumayan untuk jalan-jalan ke ke Singapura, dan juga mega
> >> proyek Gas di Natuna katanya cadangan Gasnya terbesar di dunia sampai
> >> sekarang. Belum otorita Batam yang menghasilkan
>...$..$..$..$........itu
> >> kan punya Habibie......yang sedihnya tidak ada seperempatnya rakyat
>Riau
> >> yang bisa bekerja di perusahaan- perusahaan tersebut, alasan yang clise
> >> tenaga kerja Riau tidak siap pakai dan tidak mampu. Bagaimana akan
>mampu
> >> jika pagi ke laut mencari ikan atau ke hutan membuat ladang ( ladang
> >> berpindah ) dan sorenya sudah cape tidak banyak perusahaan besar yang
> >> peduli akan nasip anak bangsa yang dari Riau ini.
> >> Semua hasil pengelolaanya tidak tau entah kemana dan ke kantong
> >> siapa arah dana mengalir. Kabar terahir semua devisa yang di hasilkan
>Riau
> >> lebih dari Rp 50 trilyun setiap bulannya, Namun kenyataannya Riau
>adalah
> >> daerah termiskin rata-rata perkapita penduduknya Juga tingkat melek
> >> hurupnya, Jika dulu rakyat Aceh menyumbangkan dua buah pesawat RI-1
>dan
> >> RI-2 jaman baru merdeka, Riau tidak juga ketinggalan sultan Sarif Qosim
> >> raja siak menyumbangkan 18 ribu gulden dan emas batangan untuk
>pemerintah
> >> RI langsung di kasih sama IR Sukarno presiden RI-1.
> >> Kalau Aceh punya pahlawan Tengku Umar, Cut Ditiro, Cutnyak Dein,
> >> Riau juga punya Tangku Tambusai, Sultan Sarif Qosim dan masih banyak
>lagi
> >> yang tanpa tanda jasa. Riau punya budayawan Raja Ali Haji, Sultan Ali
> >> Sahbana, HB Yasin, Suman HS dan bahasa melayupun di daulat sebagai
>bahasa
> >> persatuan 28 okteber 1928 sarat masa lampau (history) sudah cukup, coba
>di
> >> bandingkan dengan Aceh mestinya Riau bukan cuma minta merdeka tetapi
> >> " MEEERRRRDDDEEEEEEKKKKAAAAAA
> >> Sampai suara itu serak seserak-seraknya Namun karena Riau di pimpin
> >> oleh orang-orang korup dan KKKNNNNNN seperti Gubenur Riau Saleh Jasit,
> >> walikota Usman Efendi Apan, Bengsabli, Fadlah Sulaiman dan masih banyak
> >> orang-orang korup yang sekarang sedang berdengdang dan menari di atas
> >> pundak nasip orang-orang Riau. Baik pendatang ataupun penduduk asli di
> >> Riau.
> >> Ongah Tabrani itu orang Bagan siapi-api mencoba untuk memerdekakan
> >> Riau tapi dia berdiri sendiri. Akhirnya dia seperti pungguk rindukan
> >> bulan. Kalau Sarwan Hamid yang lahir di desa Pusaka Siak lain lagi,
>dulu
> >> sewaktu MENDAGRI apa kata pakde inggih sekarang minta negara Fedral.
>Gile
> >> bener itu orang kok tidak punya kemaluan,
> >> Tanpa tentera tanpa dana tanpa didukung oleh rakyat Riau dan juga
> >> masih banyak lagi sarat-sarat yang belum di penuhi, Sekarang Riau makin
> >> rusak semua Hotel, Wisma, di jadikan tempat maksiat belum lagi
>diskotik,
> >> judi si jie, bento, kim tumbuh sepeti cendawan di musim hujan tanpa
> >> kontrol oleh pemda maupun MUI Riau, cuma mahasiswa yang berani membakar
> >> tempat tersebut .
> >> Orang Riau sekarang mengalami masa pembodohan yang makin parah. Mau
> >> merdeka. Aduh mak! Jika memang terwujud Riau bisa seperti macao atau
> >> tempat perjudian lainnya seperti lasvegas Amerika. Kita lihat saja
>jika
> >> memang sudah waktunya, proses itu pasti terjadi.
> >> Cobalah kita lihat realita
> >> salam....salam....
> >> dari.......Riau.....Bengkalis....Selatbaru...
>
> >> [EMAIL PROTECTED]
> >> [EMAIL PROTECTED]
> >> [EMAIL PROTECTED]
> >> [EMAIL PROTECTED]
> >> [EMAIL PROTECTED]
> >
>
>
>Join 18 million Eudora users by signing up for a free Eudora Web-Mail
>account at http://www.eudoramail.com
>
>-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!