lho apa iya?
jongkok kok betah amat.
tempatnya tinggi lagi?
apa nggak bakal kelihatan auratnya, oleh mata-mata
rakyat jelata, golongan bakul dawet dan kang-becak?

ya ampuun, kalau memang demikian, berarti
betul-betul pada menempatkan GD bener-bener sebagai
Destarastra, artinya benar-benar menganggap "buta"
beneran kepada GD. bolak-balik, kok petani and jelata
itu cumak dijadikan batang korek api to ya? kepalanya
digesekkan ke kertas belerang, setelah nyala, buru buru
ditiup mampus, setelah api yang diinginkannya nyala....
hahaha...
mbuh cak... cak...

mBahSoeL
---------
----- Original Message -----
From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, November 30, 1999 11:09 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] PERJUANGAN ORANG RIAU


Sayang yang ditinggal dirumah 'jongkok' banget ya mBah, sehingga
bagi
kebanyakan rakyat nggak terasa apa bedanya pemerintah ini dengan
pemerintah
sebelumnya.

Paling bedanya mungkin mereka nggak korupsi, cuma mereka juga
kurang ligat,
kata orang Medan.

Ada potensi kebocoran gede-gedean dari program KUT dan
sejenisnya, karena
saya dengar calo-calonya, tukang bikin proposal dan sponsor dana
untuk
menyogok  penguasa Koperasi dan perbankan, kayaknya sudah siap
panen duluan,
dengan kredit atas nama petani dan pengusaha kecil, yang nggak
nyampe
ketangan yang berhak, atau paling nyampe sebagian saja.

Nggak tahu sistem kontrol macam apa yang akan diterapkan, tetapi
satu dua
rekan saya sudah ancang-ancang menerima KUT sampai 25 milyard
dan mulai
tanya tanya enaknya dipakai bisnis apa, karena paling tidak
60%-nya bakal
dia pakai sendiri, sisanya diberikan pada petani biar nggak
ribut.

Kalau pemerintah nggak korupsi tetapi kontrolnya nggak jelas, ya
uang itu
bakalan salah alamat lagi, alias membuka kesempatan berkorupsi
ria. Asal
tahu saja, dengan sedikit kepandaian bikin proposal, bikin
koperasi
jadi-jadian, lalu siapkan dana sogokan untuk pengambil
keputusan, maka
beberapa milyard dana KUT bisa ditilep dengan leluasa. Sadis
kan?

Sekarang sasaran penyerbuannya Kantor Koperasi dan BI atau Bank
penyalur.
Banyak tipu tipuan, banyak juga yang berhasil beneran.

Jamane wis kadung edan, akeh sing kepincut melok ngedan...

----- Original Message -----
From: mBah Soeloyo <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, 27 November 1999 19:51 WIB
Subject: Re: [Kuli Tinta] PERJUANGAN ORANG RIAU


>
> mBahSoeL
> (sebenarnya aku hanya tertarik dengan langkah presiden
> wahid dalam menghadapi persoalan aceh (baca GAM) yang
> memprovokasi dari luaran, dia balas dengan membuat
> benteng "pengakuan" akan keutuhan indonesia dari
> wilayah asean (tetangga dekat), amerika (polisi), jepang
> (juragan dan montir), tim-teng (psikologis spiritual) dan
> mungkin cina (lambang negara besar yang masalah
> kependudukannya jauh lebih rumit di banding indonesia)
> yang menghasilkan menjadi "emosinya" pucuk pimpinan
> GAM, sehingga menyebut presiden indonesia kini
> adalah keturunan orang BODOH)
>
>


-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 -
www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!














-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

Kirim email ke