On Mon, 6 Dec 1999, Martin Manurung wrote:
> Gigih:
> >Gitu saja kok repot..... (niru-niru)
> Martin:
> Iya nih..., repot amat. Mau saya bilang PAN Putih kek, hitam, ungu,
> merahmuda. Apa saja deh, yang penting pesan bahwa memang di PAN ada yang
> berbeda-beda secara prinsip itu nampak. Saya kan cuma biar nggak sebut nama
WAM:
Tidak dong.
Tidak bisa kita nyebut sesuatu tanpa alasan jelas.
Kecuali anda juga sudah ikutan jadi politisi. Asal ngomong tanpa kriteriua
jelas. Lain lagi perkaranya.
Beda prinsip sih syah aja. Lagian, kenapa anda takut menyebut nama? Jaman
orang bebas berpendapat kok takut nyebut nama.
> dulu. Kalau sebut nama, nanti nggak asyik lagi melihat kenyataannya,
> ha.ha.ha.. Ini jamannya becanda lho.., wong presiden aja becanda...
WAM:
Alaaah, anda kan takut dugaannya meleset kan?
Presidennya bercanda? Gimana tidak bercanda, wong semuanya milih sambil
bercanda. Masak iya kalau ada yang nggak kepilih diancam ada revolusi? Itu
kan demokrasi bercandaan namanya. Ya jangan heran kalau jadinya presiden
bercandaan. Kalau mau dapet presiden serius, ya jangan ada yang bersikap
seperti preman dong. Akui saja kalau calonnya tidak kepilih. Masak pakai
ngancam.
> "PAN PERJUANGAN" juga boleh, ha.ha..ha.. Saya bilang istilah itu ke Bang
> Faisal, Miranti Abidin, Bara Hasibuan, dll. Yang jelas mereka itu memang
> asli PAN (karena mereka adalah para founders), bukan PDI Perjuangan atau
WAM;
Terserahlah, mau pakai nama apaan. Asal tidak terus mendiskreditkan mereka
yang tidak terlibat di situ. Itu sudah nggak sehat namanya. Masak iya,
gara2 FB bikin partai baru terus mereka yang tidak ikut diidentifikasikan
sebagai PAN HItam. Itu nggak sehat.
> yang lain. Amati dengan lebih dekat, jangan mengamati dari jauh melalui
> teropong media massa, baru anda mengerti persoalan yang sesungguhnya
> terjadi. Jangan cuma mencap "frustasi" atau yang lain, amati dulu dengan
> lebih dekat. Kan anda peneliti toh?
WAM:
Kalau bukan media massa, terus gimana saya mengamati?
Saya toh bukan politisi yang ikut2an gerakan mereka. Ya wajar dong, kalau
saya (diantaranya) mendasarkan pada media massa. Apa, anda mau kasih tahu
gimana kiprah mereka? Sebagai peneliti, syah-syah saja saya mendasarkan
penilaian saya pada media massa. Kalau kesimpulan saya salah, ya referensi
saya lah yang mesti disalahkan. Memakai referensi (yang kemudian terbukti
salah) masih lebih baik ketimbang memakai referensi pendapat sendiri.
Ngomong2, anda belum njawab pertanyaan saya kan: apa kriteria anda
menyebut PAN Putih? Semoga jawabannya seperti Gigih, ya terserah PDI-P
lah, wong PDI-P yang bikin nama itu. Biar lebih gampang berdiskusi dengan
anda.
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!