On Mon, 6 Dec 1999, Martin Manurung wrote:

> Yang menjadi "Debat Kusir" kita, karena anda memberikan "nilai rasa" bagi
> istilah "PAN PUTIH". Jadi, seakan-akan "PAN Putih" itu baik dan "PAN Hitam"
> itu jelek. Makanya anda perlu sekali parameter identifikasi.

WAM:
Apakah saya salah bung Martin, kalau saya mengidentifikasikan putih=bagus,
bukan putih=hitam= jelek? Jika anda menganggap identifikasi itu salah,
saya tanya, kenapa anda tidak menyebut Faisal basri dkk sebagai PAN hitam?
Come on bung martin, be serious. Anda tidak bisa mengatakan bahwa anda
tidak sedang menilai sesuatu ketika mengatakan PAN Putih. Andaikata anda
cuma bilang PAN Faisal basri (atau apapun lah, pokoknya tidak memberikan
penilain subyektif) tidak ada perkara.
 
> Sedangkan saya, nggak bermaksud memberikan "nilai rasa" apa-apa. Saya hanya
> ingin memberikan penekanan pada keragaman PAN (dengan analogi warna yang
> memang beragam) dengan perbedaan yang prinsip. Jadi, tanpa nilai rasa.

WAM:
Bung Martin, sebagai ekonom kita memang sering dituntut untuk tidak
memberikan value judgment. Agar analisa kita obyektif. Tapi, jangan anda
berkelit. Anda tidak bisa mengatakan tidak memberikan value judgment
ketika menyebut PAN Putih. Karena istilah PAN Putih bukan istilah legal
dan obyektif. Itu adalah penilaian subyektif yang tidak ada kriteria
obyektifnya. Bung Martin, diskusi kita akan selesai, begitu anda mengakui
berbuat tidak obyektif. Jika anda adalah pendukung berat FB, syah-syah
saja kok bagi anda untuk berbuat subyektif.

Berani terima tantangan saya?


-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke