Menurut saya ...istilah putih dan tidak .....mau dan tidak mau dalam penggunaannya
pasti ada nilai rasa...
yang mana bagi pendengar akan ditangkap sebagai sesuatu .....
mungkin bung Martin tidak bermaksud begitu .....
tapi ... tidak dapat dipungkiri bahasa itu mengungkapkan makna .....
jadi dalam publik bahasa yang digunakan akan membentuk opini tersendiri ...
kenetralan yang dianut pembicara bisa jadi menimbulkan ketidaknetralitasan dalam opini
pendengar ...
saya gak yakin Bung Martin dengan pengalamannya seabrek .. gak ngerti hal ini ......
maaf kalao saya salah ...
dan bukan maksud saya mengikutsertakan PDIP atau partai yang lain untuk terlibat .....
atau apapun ......bentuk ketidak netralitasan ... tapi bahasa bung Martinlah .... yang
menimbulkan opini ...
-----Original Message-----
From: Martin Manurung <[EMAIL PROTECTED]>
>Yang menjadi "Debat Kusir" kita, karena anda memberikan "nilai rasa" bagi
>istilah "PAN PUTIH". Jadi, seakan-akan "PAN Putih" itu baik dan "PAN Hitam"
>itu jelek. Makanya anda perlu sekali parameter identifikasi.
>
>Sedangkan saya, nggak bermaksud memberikan "nilai rasa" apa-apa. Saya hanya
>ingin memberikan penekanan pada keragaman PAN (dengan analogi warna yang
>memang beragam) dengan perbedaan yang prinsip. Jadi, tanpa nilai rasa.
>
>Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!