On Mon, 6 Dec 1999, Muhammad Laila Qodri wrote:

> Menurut saya ...istilah putih dan tidak .....mau dan tidak mau dalam penggunaannya 
>pasti ada nilai rasa...
> yang mana bagi pendengar akan ditangkap sebagai sesuatu .....
> mungkin bung Martin tidak bermaksud begitu .....

WAM:
Lha kan, bener kata saya.
Tidak bisa orang begitu saja berkelit mengatakan tidak melakukan value
judgment. Kecuali istilah itu memang secara legal ada. 

> tapi ... tidak dapat dipungkiri bahasa itu mengungkapkan makna .....
> jadi dalam publik bahasa yang digunakan akan membentuk opini tersendiri ...
> kenetralan yang dianut pembicara bisa jadi menimbulkan ketidaknetralitasan 
> dalam opini pendengar ...
> saya gak yakin Bung Martin dengan pengalamannya seabrek .. gak ngerti hal
> ini ......

WAM:
He..he..hee...
Come on bung Martin. Be fair.
Kenapa tidak kayak Gigih saja, yang ngaku bahwa itu adalah penilaian
subyektif PDI-P. Supaya diskusi kita nggak kepanjangan. Saya suka sama
jawaban Gigih. Dengan begitu, diskusi bisa diakhiri. 
 
> maaf kalao saya salah ...
> dan bukan maksud saya mengikutsertakan PDIP atau partai yang lain untuk
> terlibat .....

WAM:
Mau tidak mau, PDI-P terbawa.
Ingat, KKG adalah orang pertama yang menyebut istilah Golkar Putih, untuk
menyebut Golkar yang dekat PDI-P. Dan, bisa saja salah, saya nggak yakin
kalau bung Martin bukan pendukung PDI-P. (Ya itu syah saja).

> atau apapun ......bentuk ketidak netralitasan ... tapi bahasa bung 
> Martinlah .... yang menimbulkan opini ...

WAM:
Bung Martin, waktu anda nyebut PAN Putih itu murni istilah anda, atau anda
merefer orang lain?



-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke