On Mon, 20 Dec 1999, Andriecht wrote:

> Salam,
 
> Saya setuju dengan sudut pandang Pak WAM,.
> Gara-gara GAM proyek saya di Lhokseumawe di postpone,.

WAM:
Kalau saya sih, pertimbangannya berdasarkan fairness. 
Kalau tentara yang main tembak dianggap salah, kok GAM yang juga main
tembak tidak dianggap salah? Kalau alasannya adalah, GAM nembak tentara,
berarti tentara juga boleh nembak GAM dong? Pernahkah Munir
mempertimbangkan hal ini? Rasanya tidak. Dia cuma teriak2 kalau tentara
nembak. Begitu GAM nembak, diam, kaya orang bego.
 
> Harus disadari bahwa di Aceh, kalau ente semua pernah ke aceh, cukup sulit
> membedakan antara tentara dan GAM karena dua-duanya saat ini sudah punya
> bedil dan mobil -mobil yang mirip,.

WAM:
Betul.
Ingat, pada awalnya GAM pernah mencoba memfitnah tentara dengan mengatakan
bahwa yang punya bedil cuma tentara. Bohong besar itu. Senjata GAM
terutama adalah AK-47, yang bisa dibeli di pasaran gelap ASia (mungkin
sisa perang Vietnam). Seingat saya, cuma Marinir yang masih pakai AK-47. 
Sekarang jelas, bahwa GAM juga punya senjata. Malah, saya lihat di TV,
termasuk grenade launcher. Sudah bukan main-main itu.

> Mungkin saja Tentara itu adalah GAM dan Gam itu adalah tentara,.

WAM:
Nggak tahu apa maksud anda. Tentara (TNI) adalah GAM? Jadi, yang kemarin
ditemui Cut Keke itu TNI? Gitu maksud anda?

> Siapa yang tahu dan berani bertanya, saat ini memang enaknya cari selamat
> sajalah,.

WAM:
Saya lagi nggak mihak siapa-siapa. Saya cuma mau fairness. Kalau nembak
orang seenak wudel itu dianggap salah, ya salahkan semua yang nembak orang
seenak wudel. Jangan pilih-pilih. Itu saja.  


-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke