Kali ini buku itu yang saya pilih. Dalam karyanya yang lain, sulit sekali
bisa yakin bahwa dia itu bukan orang Islam. Tapi Kahlil Gibran memang
seorang Kristen. Seperti tampak dalam Yesus sang Anak Manusia.

Disuasana sumpeg begini, tiba-tiba saya jadi melit ingin tahu. Juga saya
jadi kangen pada seorang Kristen  yang bisa jadi saudara saya. Yang bisa
berada disamping saya menangis bersama. Yang bisa bersama perih hati dengan
sama menyaksikan jatuhnya ratusan korban segar di sekitar perayaan
millenium. Yang tidak heran melihat bahwa di banyak mesjid ketika Lebaran
lalu , banyak orang bersama khatib menangisi saudaranya. Yang tidak heran
dan curiga melihat saudaranya kaum Muslimin marah melihat kebiadaban
kemanusiaan.....

Kali ini Kahlil Gibran saya pilih buat disamping saya. Dalam lamunan tidak
masuk akal terbersit harapan apakah dia bisa melaporkan keprihatinan saya
pada panutan Kekasihnya ? .  Tapi saya menikmati suasana religius yang
dibangun oleh Gibran. Suasana kesufian bersembahyang bersama dalam barisan
saf mesjid yang berbeda. Meskipun seringkali terganggu perbedaan antara
hurup "Nya" atau "nya" , "Dia" dengan "dia", atau "Aku" dengan 'aku" .  Aneh
!  Buku itu mengobati sedikit rasa kangen saya pada seorang Kristen saudara
sejati saya. Maka saya bisikkan kejadian Maluku . ......

Maka saya dengarkan Matheus , saya baca lagi, Bartolomeus di Efesus,
Yohannes  Murid tercinta dimasa tua, dan Maria Magdalena,  dan Tukang sepatu
di Yerusalem dan Yesus sorang Tukang Kayu Yang Hebat.......................

Wassalam.
Abdullah Hasan.





-===  FREE Handphone @ http://www.indoglobal.com/dedicated.php3  ===-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke