On Wed, 2 Feb 2000, Daniel H.T. wrote:
> Kalau soal berita di bawah ini, saya termasuk orang yang tidak setuju
> kalau Mega dicalonkan atau mencalonkan diri kembali sbg Ketua Umum PDI-P.
> Sama halnya dng, saya tidak setuju kalau org2 seperti Amien Rais juga
> mencalonkan diri sbg Ketua Umum PAN. Yg dikhawatirkan adalah adanya konflik
> interest di sini. Kalau dulu kita kritik Soeharto yg merangkap sbg Ketua
> Dewan Pembina Golkar, mengapa yg seperti ini kita toleran? Saya harap kita
> mesti konsisten.
WAM:
Sebenarnya, kalau kita mau bicara demokrasi, ya nggak apa toh Mega atau AR
mencalonkan diri lagi. Wong Mega/Amiennya mau, dan ada yang mencalonkan.
Justru yang sekarang terjebak adalah mereka yang dulu bersikap tidak
demokratis, dengan mengkritik Suharto. Sekarang jadi kelihatan munafik.
Sebenarnya, kalau kita mau berfikir tenang, dan bersikap demokratis,
selama tidak ada paksaan, ya apa salahnya si Badu atau si POlan
mencalonkan diri jadi pemimpin? Biarlah pemilihan yang membuktikan apakah
dia masih laku atau tidak.
> Sebagai Wapres (mega) dan sebagai Ketua MPR (AR), berarti keduanya adalah
> milik publik yg harus netral dlm mengurus negara ini. Saya tidak setuju dng
> Jawa Pos yg mengecualikan Amien Rais dlm hal ini. Menurut JP, AR boleh2
> saja kembali menjadi Ketua Umum PAN krn AR hanya Ketua Umum MPR merupakan
> representasi parpol msg2. Lalu, sbg Ketua UMum MPR, AR itu sbg apa? Sbg
> wakil parpol (PAN), atau sbg 'wakil rakyat?'
WAM:
Ya itu tadi, yang dulunya tidak demokratis sekarang kelihatan seperti
munafik. Bahwa anda tidak setuju, itu juga hak anda.
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!