Setelah kirim e-mail ini, saya kok dapat balesan e-mail kayak di bawah ini. Dan
setelah itu tidak terima e-mail dari kuli-tinta, apa
saya sudah 'ditendang' gara-gara masalah anusnya Amien Rais kemarin ?
E-mail ini juga ku cc kan Mbah Soel, Mbah Soel tolong kalo e-mail ini enggak masuk,
tolong di forwardkan ke kuli tinta.
MB
----- Original Message -----
From: "Administrator" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "Marto Blantik" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, February 03, 2000 1:07 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Tdk Setuju Mega dan AR kembali sbg Ketua Umum
> Message Deleted by Administrator
>
> Anda tidak perlu heran. Alam bawah sadar kolektif kita sebenarnya masih suka
> sama feodalisme. PDIP jelas. Sedikit banyak
> pengaruh Sukarno ada disitu. Yang paling mengherankan itu PAN. Mengaku
> partai modern dan terbuka tetapi masih punya
> semangat kultus individu dan primordial. Keberanian Eros Jarot di PDIP dan
> Faisal Basri di PAN patut diacungi jempol. Di
> PDIP Eros sebenarnya tidak melawan Mega, tetapi melawan mitos yang mulai
> melingkupi Mega. Demikian juga Faisal Basri di
> PAN dia tidak melawan si kancil AR, tetapi melawan simbol primordialisme.
> Kita lihat saja apakah Eros dan Faisal mampu
> melawannya. Kalau kalah wajar, dan harus diakui begitulah budaya kita.
>
> Kekawatiran adanya konflik interest itu wajar, karena hukum masih gampang
> dipermainkan. Kalau JP mengecualikan
> (mengistimewakan) AR itu tidak mengherankan, karena banyak wartawannya yang
> simpatisan PAN.
>
> Anda bingung tentang AR ? Saya pun bingung. Sebagai Ketum MPR kok semangat
> primordialnya kuat sekali, sebagai
> professor/intelektual kok kata-katanya sulit dipegang, sebagai
> gajah............tau sendiri dah.
>
> ----- Original Message -----
> From: "Daniel H.T." <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Thursday, February 03, 2000 1:10 AM
> Subject: [Kuli Tinta] Tdk Setuju Mega dan AR kembali sbg Ketua Umum
>
>
> > Kalau soal berita di bawah ini, saya termasuk orang yang tidak setuju
> > kalau Mega dicalonkan atau mencalonkan diri kembali sbg Ketua Umum PDI-P.
> > Sama halnya dng, saya tidak setuju kalau org2 seperti Amien Rais juga
> > mencalonkan diri sbg Ketua Umum PAN. Yg dikhawatirkan adalah adanya
> konflik
> > interest di sini. Kalau dulu kita kritik Soeharto yg merangkap sbg Ketua
> > Dewan Pembina Golkar, mengapa yg seperti ini kita toleran? Saya harap kita
> > mesti konsisten.
> >
> > Sebagai Wapres (mega) dan sebagai Ketua MPR (AR), berarti keduanya adalah
> > milik publik yg harus netral dlm mengurus negara ini. Saya tidak setuju
> dng
> > Jawa Pos yg mengecualikan Amien Rais dlm hal ini. Menurut JP, AR boleh2
> > saja kembali menjadi Ketua Umum PAN krn AR hanya Ketua Umum MPR merupakan
> > representasi parpol msg2. Lalu, sbg Ketua UMum MPR, AR itu sbg apa? Sbg
> > wakil parpol (PAN), atau sbg 'wakil rakyat?'
> >
> > >ABERSON ANGGAP ADA UPAYA MENGKULTUSKAN MEGAWATI
> > >
> > > JAKARTA, (SiaR, 2/2/2000). Penyelenggaraan HUT PDI Perjuangan pada
> tanggal
> > >27 Januari lalu masih berbuntut. Banyak pihak menganggap acara itu
> merupakan
> > >cara kubu Taufik Kiemas untuk meraih dan mempertahankan posisi atau
> jabatan
> > >di partai, sekaligus sebagai bagian pengkultusan terhadap diri Ketua Umum
> > >Megawati Soekarnoputri.
> > >
> > > Hal ini dinyatakan tokoh PDI Perjuangan Aberson Marle Sihaloho, Rabu
> (2/2)
> > >ini di Jakarta. Menurut Aberson, ada yang aneh dari penyelenggaraan acara
> > >tersebut, yakni bahwa hari ulang tahun sebenarnya dari partai berlambang
> > >kepala banteng gemuk itu adalah tanggal dimana dideklarasikannya nama PDI
> > >Perjuangan di Kongres Bali.
> > >
> > > "Acara tersebut menggunakan tanggal lahir PDI-nya Surjadi. Kelihatan
> sekali
> > >hal itu dipaksakan hanya untuk mem-fait accompli Mbak Mega dengan cara
> > >disodorkan kesiapannya sebagai kandidat ketua umum," ucap Aberson yang
> > >pernah diadili dengan tuduhan menghina mantan Presiden Soeharto.
> > >
> > > Aberson menilai acara HUT tersebut merupakan proyek kerja kelompok
> interest
> > >tertentu di lingkungan PDI Perjuangan. Ia tak mengelak ketika disebutkan,
> > >bahwa kubu Taufik Kiemas, Roy BB Janis, dan Suparlan sebagai pihak yang
> > >berada di belakang layar dari penyelenggaraan acara tersebut.
> > >
> > > Penolakan terhadap upaya pengkultusan terhadap diri Megawati juga
> > >disuarakan oleh para kader muda progresif seperti Haryanto Taslam, dan
> > >aktivis Pius Lustrilanang. Menurut Pius, manuver Eros Djarot yang
> bersedia
> > >maju sebagai kandidat Ketua Umum partai di dalam kongres mendatang
> merupakan
> > >bagian dari upaya melawan upaya pihak-pihak tertentu di tubuh PDI
> Perjuangan
> > >yang coba mengkultuskan Mega.
> > >
> > > Pius bahkan berencana untuk menghubungi rekan-rekannya sesama kader muda
> > >PDI Perjuangan untuk bersama-sama merapatkan barisan untuk melawan upaya
> > >pengkultusan yang dilakukan sekelompok kader konservatif.
> > >
> > > Eros sendiri mengaku telah membulatkan tekad untuk maju dalam perebutan
> > >kursi Ketua Umum PDI Perjuangan karena dirinya didukung langsung oleh
> > >Megawati. Megawati sendiri, kata Eros, yang menawari dirinya untuk maju
> > >sebagai kandidat. "Bukan saja diketahui tetapi Mbak Mega sendiri yang
> > >menawari saya untuk maju sebagai kandidat," ujarnya.
> > >
> > > Menurut Eros, sebulan sebelum terpilih sebagai Wakil Presiden, Megawati
> > >menghubunginya dan menawari dia salah satu jabatan di pemerintahan. Tapi,
> > >Eros menolak, dan menyatakan dirinya hanya akan berkonsentrasi di PDI
> > >Perjuangan saja. Terhadap jawaban Eros tersebut, lalu Mega menawari Eros
> > >kalau-kalau dirinya bersedia untuk maju sebagai salah satu kandidat Ketua
> > >Umum partai.
> > >
> > > Sementara itu, seorang narasumber di Fraksi PDI Perjuangan DPR-RI
> > >mengungkapkan kepada SiaR, sebenarnya majunya Eros merupakan bagian dari
> > >manuver politik Megawati untuk mengetahui secara jelas siapa sebenarnya
> > >kawan sejati di tubuh partai tersebut. Menurut dia, Mega telah
> membicarakan
> > >rencana pencalonan diri Eros itu secara matang dengan Eros, dan beberapa
> > >tokoh partai yang dipercayainya.
> > >
> > > Sedangkan kritik oleh salah satu Ketua DPP PDI Perjuangan Dimyati
> > >Hartono terhadap kesediaan Megawati untuk dicalonkan kembali sebagai
> Ketua
> > >Umum partai, menurut sumber tersebut dianggap sebagai tidak murni, dan
> > >berbeda dengan ketulusan yang dilakukan oleh Eros Djarot dan kawan-kawan.
> > >"Ah, itu kan suara dari orang yang punya interes jabatan, tapi ternyata
> > >gagal untuk menjadi menteri di kabinet kemarin," ujar sumber yang kini
> > >menjabat sebagai salah seorang ketua komisi tersebut.***
> > >
> > >
> > >----------
> > >SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
> > >
> > >
> >
> >
> >
> >
> > -- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
> > Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> > Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> > Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>
> - Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
> -- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!