oops, saya hampir lupa kalo mau diajarin sama seorang demokrat,
untuk kang marto ngagetin eh ngingetin,
ya terpaksalah saya menulis lagi.....
From: Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]>
> mBin nimbrung:
> dari kalimat wam di atas,
> saya melihat beliaw ini sangat berpaham liberal dan demokratis
sekali,
> lha wong orangnya mau dan ada yang memilihnya....
WAM:
Anda mau bilang saya liberal atau demokratis, terserah saja lah.
mBin;
wow...memang sodara-sodara,
pak wam ini memang sangat demokratis,
kita bilang beliaw liberal dan demokratis, ya nggak marah-marah...
padahal beliaw ini .......... (ngak tahu saya apa sebenarnya)..
wam:
Pokoknya, kalau kita konsisten bilang Orba nggak demokratis, nggak fair
lah, ya mesti kayak saya lah cara berfikirnya. Jangan ikuti cara Orba
yang
suka melarang-larang. Lha kalau dulu kaok-kaok Orba nggak demokratis,
terus sekarang ganti main larang, yang nggak demokratis itu terus
siapa?
Munafik kan?
mBin:
barangkali kata-kata tidak setuju, melarang, menghimbau, mengharapkan,
seyogyanya, sesolonya atawa sebisanya itu sama bagi seorang demokrat
sejati dan itu berarti melarang..
dan kalu melarang berarti tidak demokratis.....
beliaw nggak peduli yang dilarang apa yang tidak setuju siapa,
yang penting hal itu tidak demokratis....
dus kalau tidak demokratis itu pasti munafik....
anda semua musti ati-ati....
apalagi yang tidak konsisten....
wam:
Saya cuma mau konsisten saja kok.
Kalau akhirnya ada yang nuduh saya macem-macem, saya mau nanya: terus
yang
dulu dilakukan Orba itu bener atau enggak? Kalau enggak, ya jangan
sekarang diikuti.
mBin:
waduh anda dituduh siapa dan sebagai apa, sih ?
koq saya kurang paham, ya... maklum orang baru, sih ?
yang menuduh anda pastilah orang yang tidak konsisten dan munafik...
tul kan, karena koq berani0beraninya nuduh orang yang konsisten dan
tidak munafik...
> demikian juga lah yang dikatakan eyang soe dan para pendukung rezim
> orba dan orha yang lalu...biarlah golkar dan partai ikutan pemilu,
toh
> rakyat milih golkar,
WAM:
Anda mau demokrasi?
Ya itu konsekuensinya. Kecuali anda mau menggantikan peran Orba sebagai
tiran baru, atau Orba II. Bahwa Golkar masih ada yang milih, apakah
anda
mau mengingkari ini? Jika ya, apa beda dengan pengkerdilan PDI tempo
hari?
Bung, memang tidak mudah menjadi seorang demokrat. Lebih gampang
menjadi
tiran. Yang tidak cocok, larang. Belajar saja dari Suharto, soal ini.
Munafik saja kalau anda mengritik Suharto, tapi melakukan apa yang
dilakukan Suharto.
mBin;
saya terkagum-kagum akan konsistensi anda,
saya mau demokrasi, tetapi tidak mau pki ikut pemilu...
saya mau demokrasi, tetapi tidak rela kalo golkar menang di intim,
menuruti logika pak wam, saya tidak demokratis, kan ?
saya sih tidak apa-apa kalo dicap tidak demokratis dan tidak konsisten
oleh pak wam,
jika saya tidak rela kalo golkar main duit dalam pemilunya,
menakut-nakuti para penduduk kampung, de es te.. de es te...
ya saya rela....
> biarlah eyang soe tetep dicalonkan, lha wong eyang mau dan para hamba
> sahaya juga berkenan...
> bukankah demokrasi seperti itu sangat bagus ?
> wow......
WAM:
Yes.
Jika tidak, orang lain juga punya hak melarang Mega untuk tidak
mencalonkan sebagai presiden. Dengan alasan yang sama: tidak semua
orang
suka mega. Of course, secara demokratis, Mega punya hak. Atau, kita mau
pilih-pilih? Si A boleh, si B tidak. Begitu? Demokrasi model mana yang
sedang anda ajarkan?
mBin:
tegas jawaban pak wam.....
dan memang demokrasi versi eyang sangat bagus sekali... wow....
dalam diskusi sebelumnya, kalo nggak salah (maklum)..
tidak ada yang mengatakan bahwa mega & amin, juga siapapun !
tidak punya hak untuk menjadi calon ketua (lagi)....
dan memang negara dengan undang-undangnya tidak melarang hal itu,
lha bagimana kalo dibuat aturan (internal partai atawa konvensi partai
misalnya)
mensyaratkan hal itu ?
bisa direkayasa dan diusahakan, kan ?
tidak demokratis lagi, dong !!!!
WAM:
Anda sudah tahu pendapat saya.
Saya dukung pencalonan Mega dan Amien.
Saya dukung pula pencalonan Eros jarot dan Faisal Basri.
This is not a zero sum game. Bahwa saya mendukung pencalonan Mega,
tidak
berarti saya menolak pencalonan Eros. Demokrasi kok.
Biarlah forum masing-masing yang membuktikan, siapa diantara mereka
yang
dikehendaki. Sulit ya untuk menjadi demokrat?
mBin:
mungkin saya harus belajar arti kata menolak, melarang, mendukung,
tidak setuju, de el el...
susah juga untuk jadi demokrat...
hanya yang konsistenlah yang pantas untuk menyebut dirinya demokrat...
wam:
Catat, saya bukan pendukung Mega atau Amien Rais.
Tapi, kalau kedua orang itu memang perlu didukung, apa salahnya?
mBin;
nah kalo mengaku bukan pendukung,
terus tiba-tiba mendukung,
tentu saya yang salah, kan ?
kesalahan bukan pada demokreat konsisten....
> kecuali beliau menyatakan dirinya....
> semoga tambah bangganya jika merasa dikerubut orang banyak...
WAM:
Saya banga dikatakan sebagai demokrat. Saya juga bangga, sebagai
demokrat
sering disalahmengertikan oleh orang yang nggak tahu demokrasi.
Contohnya anda.
Perlukah saya ajari bahwa seorang demokrat tidak boleh pilih pilih?
mBin:
sodara-sodara,
memang pantaslah berbangga diri,
jika seseorang itu disebut demokrat atawa mengaku demokrat,
apalgi yang konsisten dan bersedia mengajari orang lain untuk jadi
demokrat sejati...
dan memang perlu pengorbanan yang tulus, jika kedemokratannya sering
disalah-artikan..
apalagi oleh seorang yang disebutnya nggak tahu demokrasi.....
jadi kang marto,
anda jangan milih pak wam saja sebagai demokrat,
pilih juga yang lainnya, masih banyak toh milisi yang lain...
awas jangan milih saya, lho....
nanti kepala saya jadi bbuuueesaar,
hidung membengkak, kuping bertambah panjang...
alhasil helm saya nggak muat,
dan ada alasan pulisi untuk menilang saya....
pan repot.....
merdeka, nggak sih ?
mBin
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Talk to your friends online with Yahoo! Messenger.
http://im.yahoo.com
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!