On Wed, 2 Feb 2000, mBin wrote:

> mBin nimbrung:
> dari kalimat wam di atas,
> saya melihat beliaw ini sangat berpaham liberal dan demokratis sekali,
> lha wong orangnya mau dan ada yang memilihnya....

WAM:
Sorry, tak delete posting saya.
Anda mau bilang saya liberal atau demokratis, terserah saja lah.
Pokoknya, kalau kita konsisten bilang Orba nggak demokratis, nggak fair
lah, ya mesti kayak saya lah cara berfikirnya. Jangan ikuti cara Orba yang
suka melarang-larang. Lha kalau dulu kaok-kaok Orba nggak demokratis,
terus sekarang ganti main larang, yang nggak demokratis itu terus siapa?
Munafik kan?

Saya cuma mau konsisten saja kok. 
Kalau akhirnya ada yang nuduh saya macem-macem, saya mau nanya: terus yang
dulu dilakukan Orba itu bener atau enggak? Kalau enggak, ya jangan
sekarang diikuti.  

> demikian juga lah yang dikatakan eyang soe dan para pendukung rezim
> orba dan orha yang lalu...biarlah golkar dan partai ikutan pemilu, toh
> rakyat milih golkar,

WAM:
Anda mau demokrasi?
Ya itu konsekuensinya. Kecuali anda mau menggantikan peran Orba sebagai
tiran baru, atau Orba II. Bahwa Golkar masih ada yang milih, apakah anda
mau mengingkari ini? Jika ya, apa beda dengan pengkerdilan PDI tempo hari?
Bung, memang tidak mudah menjadi seorang demokrat. Lebih gampang menjadi
tiran. Yang tidak cocok, larang. Belajar saja dari Suharto, soal ini.
Munafik saja kalau anda mengritik Suharto, tapi melakukan apa yang
dilakukan Suharto.

> biarlah eyang soe tetep dicalonkan, lha wong eyang mau dan para hamba
> sahaya juga berkenan...
> bukankah demokrasi seperti itu sangat bagus ?
> wow......

WAM:
Yes.
Jika tidak, orang lain juga punya hak melarang Mega untuk tidak
mencalonkan sebagai presiden. Dengan alasan yang sama: tidak semua orang
suka mega. Of course, secara demokratis, Mega punya hak. Atau, kita mau
pilih-pilih? Si A boleh, si B tidak. Begitu? Demokrasi model mana yang
sedang anda ajarkan?

> dht: 
> Sebagai Wapres (mega) dan sebagai Ketua MPR (AR), berarti keduanya
> adalah milik publik yg harus netral dlm mengurus negara ini. Saya tidak
> setuju dng Jawa Pos yg mengecualikan Amien Rais dlm hal ini. Menurut
> JP, AR boleh2 saja kembali menjadi Ketua Umum PAN krn AR hanya Ketua
> Umum MPR merupakan representasi parpol msg2. Lalu, sbg Ketua UMum MPR,
> AR itu sbg apa? Sbg wakil parpol (PAN), atau sbg 'wakil rakyat?'
>  
> > WAM:
> > Ya itu tadi, yang dulunya tidak demokratis sekarang kelihatan seperti
> > munafik. Bahwa anda tidak setuju, itu juga hak anda.

> mBin:
> saya nggak tahu apakah wam mendukung pencalonan tersebut, atau tidak.
> semestinya, dengan pandangan demokrasinya yang sangat liberal,
> beliaw ini setuju......pencalonan ar dan ms.....

WAM:
Anda sudah tahu pendapat saya.
Saya dukung pencalonan Mega dan Amien.
Saya dukung pula pencalonan Eros jarot dan Faisal Basri.
This is not a zero sum game. Bahwa saya mendukung pencalonan Mega, tidak
berarti saya menolak pencalonan Eros. Demokrasi kok. 
Biarlah forum masing-masing yang membuktikan, siapa diantara mereka yang
dikehendaki. Sulit ya untuk menjadi demokrat?

Catat, saya bukan pendukung Mega atau Amien Rais.
Tapi, kalau kedua orang itu memang perlu didukung, apa salahnya?
 
> kecuali beliau menyatakan dirinya....
> semoga tambah bangganya jika merasa dikerubut orang banyak...

WAM:
Saya banga dikatakan sebagai demokrat. Saya juga bangga, sebagai demokrat
sering disalahmengertikan oleh orang yang nggak tahu demokrasi.
Contohnya anda. 

Perlukah saya ajari bahwa seorang demokrat tidak boleh pilih pilih?

> mBin


- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke