betul dan betul itu. Banyak sekali tradisi militer yang sudah melekat dan berirat 
berakar di dalam seluruh sistem kehidupan kemasyarakatan. Bahkan di dunia Pendidikan 
pun demikian. Kita bisa melihat bagaimana dosen-dosen dan guru-guru di seantero 
Indonesia disuruh berseragam, berupacara, berapel, dan ber-ber lainnya.

Di lingkungan peserta didikpun demikian adanya. Kalau ada peserta didik yang tidak 
sesuai dengan kehendak pengajar maka matilah karir prestasi mereka itu. Ini berarti di 
bidang pendidikan harus segera direformasi. Banyak kurikulum yang pada hakikatnya 
merupakan titipan dari pemerintah atau rezim lama. Ambil contoh saja mata kuliah yang 
masuk dalam rumpun MKU. 

Proses pendidikan dan pengajaran di jagat pendidikan Indonesia mengarah pada bentuk 
robotisasi, pawangisasi, dan instan. Peserta didik tidak memperoleh kesempatan 
seluas-luasnya untuk mengembangkan nalar dan budi. Mereka harus sama persis dengan 
pengajar. Ini harus segera berubah, kalau tidak jangan disalahkan jikalau generasi 
penerus akan menjadi kuli-kuli intelektual yang hanya mengekor para pendahulunya saja. 
 
--

On Wed, 9 Feb 2000 19:35:15    eg wrote:
>Briefing mah istilah militer Kang Marto, bukan istilah akademik.
>Apa ada penjlentrehan yang indoktrinatif dalam lingkungan akademik
>kecuali di jaman
>Orba.
>
>Eh... nyimpang dikit ya Kang (masih ada hubungannya dengan
>pendidikan
>Orba,  briefing dan Paulo Freire), aku lihat di buku matematik
>harmonic saya yang kelas satu SMU. Masya Allah........, aljabar,
>analit, goniometri, stereometri, dan mekanika digabung menjadi
>satu tanpa tahu ujung pangkal dan batas-batas yang jelas. Apa otak
>super ya?
>
>Nah yang di SD lebih hebat lagi. Kalau menjawabnya tidak sesuai
>dengan buku atau gurunya maka jawaban itu disalahkan. Pantesan
>nalarnya pada nggak jalan..! Logika berpikir tidak dikembangkan,
>pokoknya harus benar!
>
>Ini sungguh-sungguh melangar hak azasi manusia lho.
>
>
>----- Original Message -----
>From: Marto Blantik <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: 09 February 2000 14:35
>Subject: [Kuli Tinta] Amien akan briefing Gus Dur ?
>
>
>Memang menarik mengamati kata-kata yang dipakai AR ini. Kebiasaan
>AR sebagai Dosen belum pupus juga.
>AR memberi briefing, mahasiswa eh Gus Dur diberi briefing.
>AR memberi nilai, kabinet dinilai.
>
>Lagi-lagi aku jadi teringat dengan tulisan Paulo Freire tentang
>konsep pendidikan gaya bank, yang sangat ditentang oleh Freire
>karena anti dialogis, serta memandang manusia sebagai sebuah gong
>eh benda dan gampang diatur. Ini deskripsi Paulo Freire tentang
>konsep gaya bank.
>AR eh guru mengatur, murid diatur.
>Guru memilih bahan dan isi pelajaran, murid (tanpa diminta
>pendapatnya) menyesuaikan diri dengan pelajaran itu.
>Guru adalah subyek dalam proses belajar, murid adalah obyek
>belaka.
>Guru mengetahui segala sesuatu, murid tidak tahu apa-apa.
>dst-dst...
>
>Bung Abdulah Hasan, ini ada hubungannya enggak dengan teori
>dialektikanya Hegel ?
>
>http://www.satunet.com/artikel/isi/00/02/09/6468.html
>
>Rabu, 09/2/2000, 03:04 WIB
>Amien akan briefing Gus Dur
>Laporan Asep Salahudin Samboja
>
>
>satunet.com - Ketua MPR Amien Rais mengatakan, kalau Gus Dur sudah
>pulang ke tanah air, dia akan memberi briefing pada Gus Dur, agar
>presiden kiai ini lebih berhati-hati dalam mengeluarkan
>pernyataan.
>
>Amien mengakui, bahwa semakin tinggi posisi seseorang, maka dia
>akan mendapat banyak sekali masukan. $B!H(BOleh karena itu, Gus
>Dur
>harus menyaring betul-betul informasi atau masukan yang
>diterimanya,$B!I(B kata Amien Rais, saat peluncuran buku
>$B!F(BAmien Rais Melawan
>Arus$B!G(B karya Muhammad Najib di Hotel Aryaduta, Jakarta,
>Selasa malam.
>
>Dalam perjalanannya ke Tokyo dan Arab Saudi, Amien mendapat kesan
>bahwa tokoh-tokoh di luar negeri juga mengikuti perkembangan di
>Indonesia terkini. Dari tokoh-tokoh di Jepang, Amien menyimpulkan
>bahwa tokoh-tokoh di sana, seperti Keizo Obuchi, Miyazawa, Kano,
>dan Miti, prihatin melihat perkembangan di Indonesia akhir-akhir
>ini. Mereka mengatakan, Indonesia sedang memulai tahapan baru,
>sedang membangun demokrasi agar bisa pulih dan bisa mengatasi
>krisis secara ideal dan cepat.
>
>Mereka berharap, kalau tokoh-tokoh nasional itu bisa berembuk
>secara enak dan berhati dingin, untuk membicarakan masa depan
>mereka,
>maka perbedaan yang ada bisa diselesaikan. Amien mencontohkan,
>kalau orang Jepang gontok-gontokan (berbeda pendapat), mereka
>tetap
>bersatu, dan ada limit untuk menyelesaikan persoalan. Mereka juga
>tidak saling jegal-menjegal.
>
>Ketika berada di Arab Saudi, Amien sempat berbicara panjang lebar
>dengan putra mahkota Abdullah, calon kuat pengganti ayahnya King
>Abdul Aziz. Prince Abdullah mengatakan, Indonesia yang dikenal
>sebagai tanah yang indah dan permai, kenapa bisa menjadi seperti
>sekarang ini?
>
>Menurut Amien, Abdullah berpesan agar orang Indonesia berhati-hati
>dan tidak sampai menyimpulkan militer itu jelek dan sebagai
>trouble maker. $B!H(BKarena Anda tahu, negeri Anda bersatu
>karena militer,$B!I(B kata Amien Rais menirukan putra mahkota
>Abdullah.
>
>
>Oleh karena itu, kata Amien Rais, setibanya Gus Dur di Indonesia,
>dia akan memberi briefing pada Gus Dur. $B!H(BSaya tidak ingin
>di luar
>negeri Gus Dur mengeluarkan statement dar der dor, tapi begitu
>pulang, dia cuma mengatakan, begitu saja kok repot-repot.$B!I(B
>Amien
>berharap, "Rajutan reformasi yang sudah kita buat bersama ini
>janganlah kita robek sendiri pula." (tna)
>
>
>
>
>- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
>-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


Join 18 million Eudora users by signing up for a free Eudora Web-Mail account at 
http://www.eudoramail.com

- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke