From: mBin <[EMAIL PROTECTED]>
sejak kapan budaya militeristis di ina bermula ?
apakah pola fasisme dan militerisme jepang begitu merasuk sungsum
masyarakat ?
padahal hanya 3,5 tahun mereka menguasai bumi nusantara ini.

ataukah sebenarnya bangsa ini adalah bangsa fasis dan militeristis
dari
sononya,
yang hidup subur pada budaya yang feodalistik,
dan menemukan bentuk idealnya pada pola jepang,
seragam, hirarkis dan upacara ritual kesetiaan...

��:
bangsa ini terdiri dari berbagai suku Om.
setiap suku pun berasal dari berbagai bagian suku bangsa. Aceh,
Jawa, Menado, dan Irian sebagai misal.
saya tidak melihat bahwa feodalisitik itu telah menjadi sistem
nilai yang dominan. Resistensi terhadap Orba menunjukkan bahwa ada
yang nggak pas sedang berlangsung.

mBin:
tetapi kenapa budaya malu dan harga diri tak tumbuh di sini,
budaya lunak menghilangkan urat malu harga diri..
malu adalah untuk tidak diakui khalayak,
dan harga diri adalah kursi dan materi.

��:
Om mBien kan memotret bangsa ini saat ini dari melalui  Jakarta
atau kota-kota besar yang lain.
Indonesia bukan Jakarta atau kota-kota besar itu Om. Ambang batas
kemaluan itu akan terdeviasi sesuai dengan tatanan masyarakat yang
sedang dikembangkan.

mBin:
darimana musti diubah duluan ?
mungkinkah satu persatu atawa serentak ?
dari atas, bawah, sistem atawa hantam semua ?

��:
Kalau menurut om mBien bagaimana?

-------
: On Wed, 9 Feb 2000 19:35:15    eg wrote:
: >Briefing mah istilah militer Kang Marto, bukan istilah
akademik.
: >Apa ada penjlentrehan yang indoktrinatif dalam lingkungan
akademik
: >kecuali di jaman Orba.

mBin
kelihatannya, budaya tersebut masih akan tertanam dan bertumbuh,
di masa yang akan datang pada rezim apapun..

��:
belum tentu. semakin banyak bersinggungan denga budaya lain kan
semakin berbudaya. Dulu, setelah jaman penjajahan, pendidikan
warisan kolonial sangat kentara. Namun, itu belum tentu semuanya
jelek. Di jaman Orba trial and error dicoba untuk memperbaiki
namun hasilnya malah semakin compang camping karena yang penting
pembangunan ekonomi harus kelihatan.

mBin
akhirnya kan nggak cuman di sd aja to mas ?
di mana-mana bahkan sampe di ngunipersitas, je...

��:
Lha iya jelas to Om, wong namanya saja sistem.
Namun mbok ya jangan di generalisasi gitu lho..

: >Ini sungguh-sungguh melangar hak azasi manusia lho.

mBin
lho,
hak azasi ne sapa ?
emangnya ada yang punya, to ?

��
Lha wong mBah Karto yang di Kedung Ombo itu saja lebih baik mati
ngenes tinggal di daerahnya yang digenani je.... itu kan namanya
hak sesasi to Om....

Namun disinilah masalahnya. Definisi hak azasi itu kini menjadi
kabur setelah terbungkam selama 32 tahun.

salam,
mBin









- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke