Memang menarik mengamati kata-kata yang dipakai AR ini. Kebiasaan AR sebagai Dosen 
belum pupus juga.
AR memberi briefing, mahasiswa eh Gus Dur diberi briefing.
AR memberi nilai, kabinet dinilai.

Lagi-lagi aku jadi teringat dengan tulisan Paulo Freire tentang konsep pendidikan gaya 
bank, yang sangat ditentang oleh Freire
karena anti dialogis, serta memandang manusia sebagai sebuah gong eh benda dan gampang 
diatur. Ini deskripsi Paulo Freire tentang
konsep gaya bank.
AR eh guru mengatur, murid diatur.
Guru memilih bahan dan isi pelajaran, murid (tanpa diminta pendapatnya) menyesuaikan 
diri dengan pelajaran itu.
Guru adalah subyek dalam proses belajar, murid adalah obyek belaka.
Guru mengetahui segala sesuatu, murid tidak tahu apa-apa.
dst-dst...

Bung Abdulah Hasan, ini ada hubungannya enggak dengan teori dialektikanya Hegel ?

http://www.satunet.com/artikel/isi/00/02/09/6468.html

Rabu, 09/2/2000, 03:04 WIB
Amien akan briefing Gus Dur
Laporan Asep Salahudin Samboja


satunet.com - Ketua MPR Amien Rais mengatakan, kalau Gus Dur sudah pulang ke tanah 
air, dia akan memberi briefing pada Gus Dur, agar
presiden kiai ini lebih berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan.

Amien mengakui, bahwa semakin tinggi posisi seseorang, maka dia akan mendapat banyak 
sekali masukan. $B!H(BOleh karena itu, Gus Dur
harus menyaring betul-betul informasi atau masukan yang diterimanya,$B!I(B kata 
Amien Rais, saat peluncuran buku $B!F(BAmien Rais Melawan
Arus$B!G(B karya Muhammad Najib di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa malam.

Dalam perjalanannya ke Tokyo dan Arab Saudi, Amien mendapat kesan bahwa tokoh-tokoh di 
luar negeri juga mengikuti perkembangan di
Indonesia terkini. Dari tokoh-tokoh di Jepang, Amien menyimpulkan bahwa tokoh-tokoh di 
sana, seperti Keizo Obuchi, Miyazawa, Kano,
dan Miti, prihatin melihat perkembangan di Indonesia akhir-akhir ini. Mereka 
mengatakan, Indonesia sedang memulai tahapan baru,
sedang membangun demokrasi agar bisa pulih dan bisa mengatasi krisis secara ideal dan 
cepat.

Mereka berharap, kalau tokoh-tokoh nasional itu bisa berembuk secara enak dan berhati 
dingin, untuk membicarakan masa depan mereka,
maka perbedaan yang ada bisa diselesaikan. Amien mencontohkan, kalau orang Jepang 
gontok-gontokan (berbeda pendapat), mereka tetap
bersatu, dan ada limit untuk menyelesaikan persoalan. Mereka juga tidak saling 
jegal-menjegal.

Ketika berada di Arab Saudi, Amien sempat berbicara panjang lebar dengan putra mahkota 
Abdullah, calon kuat pengganti ayahnya King
Abdul Aziz. Prince Abdullah mengatakan, Indonesia yang dikenal sebagai tanah yang 
indah dan permai, kenapa bisa menjadi seperti
sekarang ini?

Menurut Amien, Abdullah berpesan agar orang Indonesia berhati-hati dan tidak sampai 
menyimpulkan militer itu jelek dan sebagai
trouble maker. $B!H(BKarena Anda tahu, negeri Anda bersatu karena militer,$B!I(B 
kata Amien Rais menirukan putra mahkota Abdullah.


Oleh karena itu, kata Amien Rais, setibanya Gus Dur di Indonesia, dia akan memberi 
briefing pada Gus Dur. $B!H(BSaya tidak ingin di luar
negeri Gus Dur mengeluarkan statement dar der dor, tapi begitu pulang, dia cuma 
mengatakan, begitu saja kok repot-repot.$B!I(B Amien
berharap, "Rajutan reformasi yang sudah kita buat bersama ini janganlah kita robek 
sendiri pula." (tna)


- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

Kirim email ke