On Wed, 1 Mar 2000, J Sujanto wrote:
 
> Dear CHE dan Netters yang aktif,
> Jika Bung Eros jadi Ketua PDIP memang bagus. Tetapi ada hal yang
> "mengganjel", karena seorang seniman yang humanis, akan susah sekali
> menghadapi politik-praktis. Karena politik-praktis biasanya, sikon pada saat
> tertentu, membutuhkan tindakan yang "non-humanis". Kecuali jika Bung Eros
> berobah lebih menjadi politikus profesional.
> Mungkin pada Netters ( yang saya perhatikan pandai-pandai beragumentasi!)
> dapat menerangkan "bagaimana seorang humanis menjadi
> politikus-tanpa-perbuatan-non-humanis-pada sikon tertentu?"
> Thanks a lot.
> God Bless and Protects you all.
> Janto

WAM:
Kalau alasannya _cuma_ karena Eros itu seorang seniman humanis, lha Mega
itu (sebelum digelembungkan Suharto) jauh lebih nggak ada apa-apanya lagi
dibanding Eros. Mbok udah lah, kita bicara hak saja. Dengan begitu, Eros
atau Mega sama-sama punya hak. Kalau bicara ini itu, dalam rangka
mengecilkan Eros/Dimyati, lha Mega itu (dulunya) apa sih? Wong ya nggak
lebih dari seorang ibu rumah tangga. Paling banter kelebihannya cuma
karena bapaknya dulu bekas presiden. 


- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke