weleh....
emang ceritanya gimana sih, mas?
apa mungkin itu karena tentara-nya ikut
dibelah jadi dua? maksude....
tentara yang beragama islam ditaruh di
wilayah islam, dan yang beragama kristen
ditaruh di wilayah kristen, gitu apa ya?
kalau gitu yaaaa ibaratnya orang nonton sepak bola
atau adu jago mas. ikutan emosi bila jagonya kewalahan
diserang lawan....
atau memang kesalahan sejak di wilayahnya yang
terdikotomi secara agama? ada wilayah islam, ada
wilayah kristen...
ah embuh wis.. podo-podo gak eruhe ae kok...
ning gak rame ya kalau nggak ke sana-sana
rembugannya?

soeL
----

----Original Message Follows----
From: "Hercule Poirot" <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [Kuli Tinta] Mengapa tentara terlibat?
Date: Sun, 25 Jun 2000 14:48:22 GMT

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Tentara yg ditempatkan di wilayah Islam menyerang
Kristen. Tentara yg ditempatkan di wilayah Kristen
menyerang Islam.

Apakah ini terdorong oleh tekad melindungi orang-
orang yang harus mereka lindungi? Sehingga mereka
yang dari golongan lain dianggap musuh [oleh tentara]?

Mestinya tentara bisa berbuat netral, tidak peduli
di mana ia ditempatkan, dia tak harus menyerang
golongan yg sedang berda di bawah perlindungannya.

Itu kata saya, krn saya tidak terlibat langsung scr
fisik dan emotional di lapangan.

Wassalam,
+++Poirot
---------------------------
www.detik.com 25/06.00
Thamrin Amal: Darurat Sipil Di Maluku, Itu Obat Yang Salah
Reporter: Budi Santosa
detikcom - Jakarta, Rencana pemerintah menerapkan darurat sipil di
Maluku ternyata dipandang bukan solusi yang tepat. Karena, darurat
sipil itu hanya akan memberikan peluang kepada aparat keamanan untuk
melanggar HAM. Yang paling tepat saat ini adalah menarik pasukan
Brawijaya dari tanah Maluku.

Hal demikian diungkapkan Sosiolog UI, Thamrin Amal Tamagola yang
dihubungi oleh detikcom, Minggu (25/6/2000). �Kalau saat ini akan
diterapkan darurat sipil atau militer di Maluku itu obat yang salah
untuk sebuah penyakit yang lain,�Ekata Amal.


Karena dalam pandangan Amal, langkah menerapkan darurat sipil atau
militer justru akan memberi peluang pihak militer untuk, berbuat
semaunya. �Selama ini khan mereka merasa tidak mempunyai payung.
Dengan adanya status darurat itu, maka militer tidak akan takut
untuk melakukan tindakan-tindakan, yang kemungkinan akan melanggar
HAM, karena telah diberi mandat�E

�Kalau menurut saya, kunci penyelesaian saat ini ada beberapa cara.
Pertama kali adalah menarik pasukan Brawijaya yang ada di Halmahera
Utara,�Esambung Amal.

Amal lantas mencontohkan, pasukan Kodam Brawijaya yang ada di Galela,
ketika masuk di wilayah Islam, mereka membantu menyerang orang Kristen.
Sedang ketika di wilayah Kristen pasukan itu membantu menyerang Islam.


�Untuk itu saat ini pasukan Brawijaya, harus diganti dengan pasukan
dari Kodam lain yang komandannya reformis, misalnya dari Kodam
Siliwangi,�Elanjut Amal.

Selain itu sebagai langkah kedua, Amal juga menyarankan agar presiden
Gus Dur segera memantapkan cengkeramannya kepada pihak militer. Kasus
Maluku yang sudah 2 tahun tak kunjung selesai sebagai bukti bahwa
sebenarnya Gus Dur belum mampu memantapkan kendalinya atas militer.


Sedang langkah ketiga, adalah menerapkan partisi (pembagian) wilayah.
Dimana orang Islam ditempatkan di sepanjang daerah Tanjung Gere hingga
kampung Musia. Sedang umat Kristen diberi wilayah dari Musia hingga Kao
( di Jaelolo). �Jadi sekenarionya umat Islam akan memperolah wilayah
seperempat Halmahera Utara dan Kristen mendapat tiga perempat Halmahera
Utara,�Elanjutnya.


Langkah keempat, adalah mengembalikan para pengungsi Muslim di Ternate
ke Halmahera utara, demikian juga para pengungsi Kristen di Tidore. Hal
ini menurut Amal akan menjadikan proses rekonsiliasi cepat berjalan.
Apalagi saat ini sudah ada jaminan dari panglima jihad lokal Mursal
Amal.

Langkah kelima, menurut Amal adalah mengadili pendeta Tobelo seperti
Maelu Lima dan Beni Doro. Karena dua orang inilah yang menurut kelompok
Islam menjadi biang keladi konflik selama ini.

Thamrin Amal juga menyatakan tidak benar bila konflik Maluku ini dipicu
oleh datangnya orang luar, seperti pasukan Jihad. �Saya lihat pasukan
Jihad yang datang dari Jawa tidak terlibat dalam kerusuhan. Mungkin
yang dimaksud orang luar itu, ya pasukan Brawijaya di bawah komando
Kol. Sutrisno itu,�ELanjut Amal. (San


________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!













________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke