Wah ibarat kesetrum listrik 220 volt mBah...
Saya juga menjadi bertanya. Padahal tadinya enggak lho mBah.
Kenapa LJ dulu tidak muncul ketika di Aceh terjadi pembantaian,
padahal disana Muslim jelas dianiaya. Ini meminjam istilah nara
sumber yang semalam diwawancara oleh Liputan 6 yang mengatakan
bahwa kemunculan LJ adalah sebagai reaksi atas peminggiran dan
penganiayaan terhadap orang Islam dimana pemerintah GD diam saja.
Eh.. tetapi dulu yang mau jihad ke Bosnia juga ada lho mbah ....
Bahkan disana juga sudah berdiri masjid Soeharto sumbangan dari
Indonesia. Artinya keberpihakan itu konsisten, kecuali Aceh
mungkin.
Tetapi, ketika kekejaman terjadi di Aceh, disekeliling Pak Harto
juga mereka yang kini bergeliat untuk mengkumandangkan
keberpihakan terhadap Islam yang teraniaya. Atau mungkin dijaman
pemerintahan Orba, umat Islam dirasakan tidak teraniaya dan baru
dirasakan sekarang di Era reformasi ini manakala orang mulai bebas
berbicara sehingga kasus Tanjungpriok pun baru terasa sekarang.
Tetapi Kiai-kiai yang dibunuhi di Banyuwangi dan Ciamis itu juga
umat Islam. Kok tidak ada yang berpihak ya....
Kok, rasanya saya telah menulis yang tidak runtun dan tidak masuk
di akal ya...
Bingung!
----- Original Message -----
From: mBah Soeloyo <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, June 27, 2000 12:10 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Mengapa tentara terlibat?
weleh, iya ya....
tapi ntar dulu mas.
seingat saya di jaman pemerintahan habibie (sejak?)
kan ada pergonta-gantian tentara yang dikirim
ke ambon, berkaitan dengan sumber (batalyon
apa kesatuan, gitu) tentara-tentara itu. kaitan
lebih jauh adalah karena "agama dominan" dari
kawasan sumber tentara itu. jadi menurutku kok
kalau kita-kita ini terus mencermati kisah ambon
menangise (gak entek-entek) itu dengan terus
menerus mencatati hal-hal "remeh" begitu kok
rasanya bisa menguak "dasar" pertikaiannya.
yang semula cenderung ke sosial-ekonomi menjadi
ke sara-saraan.. dan ujung-ujungnya bener-bener
sara dan soro begini, deh.
[eh, di milist sebelah ada yang protes lho.
kenape sih lasykar jihad dan keramaian milist-2
tentang sara itu hanya sarat di ambon atau
akhir-akhir ini poso? kenapa nggak bergerak juga
ke aceh? apa karena sama-sama islam? eh salah,
apa karena korbannya hanya orang aceh yang islam?
padahal di situ lebih menahun dan menggawat...
pula di situ tentara tidak saja hanya terlibat,
justru sebagai aktor utama..katanya sih..
yaaah.... kian hari kok kian moemeth
gini ya?]
wassalam,
soeL
----
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
- [Kuli Tinta] Mengapa tentara terlibat? Hercule Poirot
- Re: [Kuli Tinta] Mengapa tentara terlibat? mBah Soeloyo
- Re: [Kuli Tinta] Mengapa tentara terlibat? Hercule Poirot
- Re: [Kuli Tinta] Mengapa tentara terlibat? mBah Soeloyo
- Re: [Kuli Tinta] Mengapa tentara terlibat? Hercule Poirot
- Re: [Kuli Tinta] Mengapa tentara terlibat? mBah Soeloyo
- Re: [Kuli Tinta] Mengapa tentara terlibat? ��
- Re: [Kuli Tinta] Mengapa tentara terlib... Wisnu Ali Martono
- Re: [Kuli Tinta] Mengapa tentara terlibat? Bambang Sumantri
- Re: [Kuli Tinta] Mengapa tentara terlibat? Wisnu Ali Martono
- Re: [Kuli Tinta] Mengapa tentara terlibat? Bambang Sumantri
- Re: [Kuli Tinta] Mengapa tentara terlibat? Wisnu Ali Martono
- Re: [Kuli Tinta] Mengapa tentara terlibat? Hercule Poirot
- Re: [Kuli Tinta] Mengapa tentara terlibat? Bambang Sumantri
- Re: [Kuli Tinta] Mengapa tentara terlibat? Wisnu Ali Martono
- Re: [Kuli Tinta] Mengapa tentara terlibat? ��
- Re: [Kuli Tinta] Mengapa tentara terlibat? Wisnu Ali Martono
