----Original Message Follows----
From: "Hercule Poirot" <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [Kuli Tinta] Mengapa tentara terlibat?
Date: Mon, 26 Jun 2000 14:14:56 GMT

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
--------------------------
'alaikum salam wa rahmah.
HP:
Mbah, tidak ada informasi apakah tentara Islam ditempatkan
di wilayah Islam dan tentara Kristen di tempatkan di wilayah
Kristen. Dan concern saya juga bukan itu.
-------------------------
S:
wah, mas poirot lupa kali sama pendahuluan postingnya
yang membuat aku kepancing menanggapi. tak ulang lagi
ya:
"Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Tentara yg ditempatkan di wilayah Islam menyerang
Kristen. Tentara yg ditempatkan di wilayah Kristen
menyerang Islam."
----> lho ini lho mas, yang menggelitik-ku.
kan panjenengan sendiri yang mengemukakan bahwa
"ada" tentara yang ditempatkan di "wilayah islam"
dan sebaliknya? atau memang ada maksud mas poirot
yang lain dengan pengertian wilayah di nde-fest-fesej
itu? kalau memang maksudnya lain, ya sudah, aku
yang nggak faham, berarti.

lha wong aku ini sekarang sering tak faham kok.
misalnya kemarin, kejadian pengerusakkan kantor
komnas HAM yang fotonya dirilis berbagai media
dari berbagai titik pengambilan gambar. bener-2
bingung lho.

lha witikna, orang atribut kental keagamaan gitu
kok buat "ngrusak" fasilitas umum? apalagi dibeberapa
media mengungkap bahwa kedatangan kaum beruniform
itu diiringi takbir dan shalawat. lha ini yang
lebih membingungkan daku, mas.

sebab, di aku ini sudah kadung terlalu simple dalam
memahami sesuatu. maksudnya sesuatu yang sakral
atau suci itu yaaa sebaiknya untuk hal-hal positif
dan mensucikan. lha ini mau ngerusak sesuatu dengan
kekerasan dan sambil membawa "bahan" yang menakutkan
pihak lain (walau hanya berupa setongkat bambu,
kalau yang membawa banyak dan dengan iringan puja-2
membahana begitu kan keder juga yang menyaksikan)
kok mengumandangkan takbir?

belum nama kaum yang FPI itu, mas. apa hanya
dengan cara demikian dalam melaksanakan unsur P dari
FPI itu? apakah dengan cara demikian nantinya nangsib
daripada "I"-nya tambah "kuncara"? rasanya kok sebaliknya
ya. maklum aku orang jawa mas...
------------
dibusek, karena tak faham dengan psykology..
---------
Lha...ini yang jadi pertanyaan saya. Apakah para tentara itu
menganggap mereka yang menyerang orang-orang yang harus mereka
lindungi sbg musuh? Gicu lo mbah...
Wassalam,
+++Poirot
-----------------
tak usah tentara mas. lha kasus FPI merusak kantor HAM
itu kan jelas gamblang dengan tingkah laku ke-berpemihakan
orang atau kelompok orang.

jangankan yang di lapangan, mas. lha kita di cyber saja
seolah ikutan berperang gitu lho. kalau yang dilapangan,
ambil contoh misalnya sampeyan yang beragama islam,
kemudian jadi tentara, dan ditugaskan ke ambon, ditaruh
di desa yang dominan islam. nah tahu sendiri nanti
akan cerita keseharian yang anda dengar dari penduduk
setempat. apalagi dari sesama pendatang yang islam.
nah tanggapan pribadi anda akan cerita-2 yang anda
dengar adalah sikap anda. samakah dengan tentara islam
lainnya?

sebaliknya kalau anda (tetap islam) kemudian ditaruh
di wilayah dominan kristen dan menerima cerita yang
sama dari orang setempat (kristen lho). apa tanggapan
anda sabagai tentara (yang beragama islam) atas
cerita setempat tadi? (tentunya emosi anda sebelum
berangkat ikut bicara bukan?)

makanya di posting ku kemarin tak tutup...
"wong sama-sama gak eruhe ae lho..."
kan tanggapan masing-masing kita sangat tergantung
bahan masing-masing kan?

wassalam wa rahmah,


soeL
----

________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke