weleh, iya ya.... tapi ntar dulu mas. seingat saya di jaman pemerintahan habibie (sejak?) kan ada pergonta-gantian tentara yang dikirim ke ambon, berkaitan dengan sumber (batalyon apa kesatuan, gitu) tentara-tentara itu. kaitan lebih jauh adalah karena "agama dominan" dari kawasan sumber tentara itu. jadi menurutku kok kalau kita-kita ini terus mencermati kisah ambon menangise (gak entek-entek) itu dengan terus menerus mencatati hal-hal "remeh" begitu kok rasanya bisa menguak "dasar" pertikaiannya. yang semula cenderung ke sosial-ekonomi menjadi ke sara-saraan.. dan ujung-ujungnya bener-bener sara dan soro begini, deh. [eh, di milist sebelah ada yang protes lho. kenape sih lasykar jihad dan keramaian milist-2 tentang sara itu hanya sarat di ambon atau akhir-akhir ini poso? kenapa nggak bergerak juga ke aceh? apa karena sama-sama islam? eh salah, apa karena korbannya hanya orang aceh yang islam? padahal di situ lebih menahun dan menggawat... pula di situ tentara tidak saja hanya terlibat, justru sebagai aktor utama..katanya sih.. yaaah.... kian hari kok kian moemeth gini ya?] wassalam, soeL ---- ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

Kirim email ke