On Mon, 26 Jun 2000, Sukaton _ wrote:
> SKT:
> Mas, katakan bila saya memerlukan seorang staf, dari beberapa calon yang memiliki
>kualifikasi sama setelah melalui seleksi yang fair saya memilih seorang yang saya
>kenal baik (bisa family atau kerabat), apa salahnya dengan cara tersebut? Saya merasa
>mendapat banyak keuntungan karena saya tahu benar secara luar/dalam orang tersebut
>sehingga saya bisa lebih percaya dan bisa bekerja sama dengan baik. Secara organisasi
>hal ini pasti akan lebih menguntungkan.
> Jadi cara semacam ini (bila mau disebut nepostisme) menurut saya positif dan
>baik-baik saja. Yang tidak baik adalah tindakan yang mengikutinya, yaitu apabila
>selanjutnya diikuti oleh suatu kerja sama untuk perbuatan yang jahat (korupsi,
>maling, dll.). Hal semacam inipun bisa dilakukan tanpa perlu proses pemilihan
>(nepotisme?) seperti ini.
> Jadi jangan disalahkan karena memilih teman, sahabat, atau saudaranya, tapi kita
>lihat apa motivasinya dibalik itu.
> Apakah alasan mbah Doer ini sebenarnya? apakah benar mau membangun kroni dan rezim
>untuk korupsi pelanggengan kekuasaan seperti Soeharto dulu?. Tunjukkan bukti/data
>bila ada sinyalemen seperti ini, bukan asal ngomong.
WAM:
Mas, saya punya pendapat yang sama dengan anda.
Namun, andaikata anda berani mengemukakan hal ini saat Suharto masih
digoyang, pasti anda akan _dibantai_ habis-habisan. Masih ingatkah anda
dengan nasib Ilham Habibie? Jelas, dengan alasan seperti yang anda
kemukakan mestinya orang tidak asal menyebut KKN. Yang jelas, orang PKB,
yang dulu amat getol mengeritik KKN, ternyata menikmatinya juga.
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!