On Sat, 8 Jul 2000 "mBah Soeloyo" wrote:
>
>piye, koh?
>apa yang sampeyan nyatakan bahwa njeng rasul
>membangun madinah bermodalkan toleransi dan respectness
>itu tidak menyalahi pendapat para al-mukarom jaman
>kiwari?

Pendapat yang mana ya? Sorry, telmi nih.
Mungkin nggak persis begitu, karena menggunakan semantik yang lain.
Kira kira melihat album lama dengan mata hari inilah.
Idenya bahwa keinginan membentuk masyarakat beradab (masyarakat madani)itu 
bukan hal baru bagi umat Islam, tetapi juga bukan melulu monopoli umat 
Islam. Bolehlah dibilang universal sifatnya. Sunatullah. Gampangnya tinggal 
copy system saja, lalu diupdate sana sini. Buktinya disana kan memang 
beragam masyarakatnya, ada Anshar, Muhajirin, Yahudi, Nasrani dan lainnya, 
tetapi toh bisa sampai pada konsensus untuk live together in perfect 
harmony, tak iye. Yang jelas success story inilah yang menjadikan civil 
society diterjemahkan masyarakat madani disini, artinya madinah look, atau 
madinah style.

Ini kan menggelitik, padahal budaya kekerasan juga sudah ada waktu itu, kok 
bisa juga bersatu membangun Madinah al munawarah yang semakin hari semakin 
cantik itu.

Lima menit sebelum landing, yang nampak hanya hamparan pasir dan kubangan 
kubangan kecil air. Pengen lihat airportnya yang mana saja masih sulit. 
Begitu keluar kota dengan jalan darat, pemandangannya juga didominasi pasir 
dan batu. Tapi itu lho mBah, yang namanya highway, begitu lebar dan 
mulusnya. Dan didalam kota, hotel bintang dimana mana, dan begitu mudah dan 
murahnya memperoleh produk kebutuhan sehari hari dengan kelas creme de la 
creme.

Mestinya kalau mau, Indonesia bisa membuat lebih dari itu, karena alamnya 
lebih mendukung. Tapi kok belum juga ya?
Ya mungkin dianggap kadohan pengangkah kurang jangkah itu, sebagai excuse. 
Tapi apa iya?

yap

________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke