From: "Yap C. Young" <[EMAIL PROTECTED]>
Pendapat yang mana ya? Sorry, telmi nih.
Mungkin nggak persis begitu, karena menggunakan semantik yang lain.
Kira kira melihat album lama dengan mata hari inilah.
Idenya bahwa keinginan membentuk masyarakat beradab (masyarakat
madani)itu
bukan hal baru bagi umat Islam, tetapi juga bukan melulu monopoli umat
Islam. Bolehlah dibilang universal sifatnya. Sunatullah. Gampangnya
tinggal
copy system saja, lalu diupdate sana sini. Buktinya disana kan memang
beragam masyarakatnya, ada Anshar, Muhajirin, Yahudi, Nasrani dan
lainnya,
tetapi toh bisa sampai pada konsensus untuk live together in perfect
harmony, tak iye. Yang jelas success story inilah yang menjadikan
civil
society diterjemahkan masyarakat madani disini, artinya madinah look,
atau
madinah style.
-----------------
soeL:
koh,
justru ungkapan sampeyan yang kopi-sistim dan apgred
sana-sini itu yang merupakan point berlawanan dengan
pendapat para al-mukarom.
kenapa?
ya karena istilah madani yang diambil dari madaniah
itulah, terus kemudian sistem-nya dianggep telah
paripurna, tanpa perlu upgrade-2an. tinggal terima saja.
al-hasil ada wacana daulah-dunia, tanpa memperhatikan
lagi perbedaan ras, batas geografis, bahkan iklim dan
musim.... yang justru (menurut-ku lho) melanggar
sunatullah seperti yang sampeyan urai-burai di posting
sebelumnya.
gimana ya? wong dunia ini eksis karena dapat diindera,
yang salah satu "pagarnya" adalah waktu. waktu menandakan
ada perubahan. perubahan hanya dapat diterima, karena
ada gejala "perbedaan" yang dapat diperbandingkan.
ning kok ini nyelaki (menyangkal), gunnuuu lhuuuuu.
----------
yap:
Mestinya kalau mau, Indonesia bisa membuat lebih dari itu, karena
alamnya
lebih mendukung. Tapi kok belum juga ya?
Ya mungkin dianggap kadohan pengangkah kurang jangkah itu, sebagai
excuse.
Tapi apa iya?
----------
soeL:
harap jangan salah duga atau interpretasi dengan
maksudku nulis "kadohan pengangkah kurang jangkah" ini.
(kejauhan tujuan, kurang langkah). bukannya cita-2
meniru daulah madaniah adalah kejauhan, ning kalau
ujug-ujug dijadikan "terminal" tanpa ba-bi-bu membedah
langkah-langkah yang pernah ditempuh (baik dituntun
oleh wahyu ilahi atau olah budidaya-pikir mayarakat
situ) oleh nabi dan para sahabat, cita-cita itu
menjadi "kadohan pengangkah kurang jangkah".
dadineee.. lengkapi dulu dong langkahnya.
bila perlu belajar dari "nol". seperti ketika
njeng nabi kebingungan disuruh membaca atasnama rabbi.
lho ini penting, nek kanggoku yang males baca
hahaa... apakah kita kabeh sudah biasa membaca
atas nama rabbi (tuhan)? apalagi ditujukan untuk
penyelenggaraan bebrayan agung, berupa sebuah
eksistensi bangsa dalam wadah bumi ngendonesia?
maksudnya membaca alam seisinya, semampu-mampunya!
dan salah satu bahan bacaan telah sampeyan bacakan,
koh, yi. PERBEDAAN sebagai GIVEN FACTOR......
salam...
soeL
----
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
- [Kuli Tinta] Sipilaised.... mBah Soeloyo
- Re: [Kuli Tinta] Sipilaised.... Yap C. Young
- Re: [Kuli Tinta] Sipilaised.... mBah Soeloyo
- Re: [Kuli Tinta] Sipilaised.... ��
- Re: [Kuli Tinta] Sipilaised.... Yap C. Young
- Re: [Kuli Tinta] Sipilaised.... mBah Soeloyo
- Re: [Kuli Tinta] Sipilaised.... Yap C. Young
- Re: [Kuli Tinta] Sipilaised.... Yap C. Young
- Re: [Kuli Tinta] Sipilaised.... Yap C. Young
- Re: [Kuli Tinta] Sipilaised.... Hercule Poirot
- Re: [Kuli Tinta] Sipilaised.... mBah Soeloyo
- Re: [Kuli Tinta] Sipilaised.... ��
- Re: [Kuli Tinta] Sipilaised.... Yap C. Young
- Re: [Kuli Tinta] Sipilaised.... Gondo Maruto
- Re: [Kuli Tinta] Sipilaised.... Frits Plikemboh
